PALEMBANG,HS – Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumsel mengeluarkan lebih dari 50 persen pagu anggaran untuk merehabilitasi irigasi yang ada di 10 kabupaten/kota.

“Untuk tahun 2019 ini kita lakukan perbaikan irigasi rawa dan permukaan, lokasinya tersebar di 10 Kabupaten/Kota, seperti di OKI, OI, Muba, OKU Timur, OKU Selatan, Pagaralam, Muara Enim, Lahat, Empat Lawang dan Musi Rawas. Total anggaran yang dikeluarkan untuk proses rehabilitasi irigasi tersebut mencapai Rp96 miliar,” kata Kabid Rekayasa Teknis PSDA Sumsel, Numeri, Selasa (5/11/2019).

Ia juga mengungkapkan, perbaikan irigasi itu sudah dikerjakan sejak bulan Juni lalu dan progres penyelesaiannya sudah mencapai 50 persen lebih. Dari alokasi anggaran tersebut, pihak PSDA tidak lagi fokus pada penanganan banjir.

“Pemanfaatan irigasi lebih tepat untuk mengatasi musim hujan dan kemarau di wilayah Sumsel. Makanya Rp96 miliar itu di alokasikan ke irigasi rawa dan permukaan. Kalau untuk bikin baru itu pusat yang berwenang,” pungkasnya

Lanjunya, irigasi ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Sumsel. Apalagi, sistem irigasi yang selama ini masih mengandalkan siklus musiman, maka debit air untuk pertanian akan lebih meningkat setelah rehabilitasi ini selesai dikerjakan.

“PSDA sendiri untuk tahun 2019 ini harus merehabilitasi sebanyak 6.646 hektare irigasi. Untuk Sumsel memang belum ada penambahan irigasi baru, jadi kita fokus pada pembenahan seperti aliran rawanya,” ujarnya

Ia juga menerangkan, khusus untuk Kota Palembang, pada 2019 ini pihaknya telah menganggarkan perbaikan kolam retensi Sungai Buah dan perencanaan pembuatan retensi baru di Kolonel H Burlian. Bahkan, PSDA bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumsel VIII sudah menyusun rencana pengerjaan yang akan di mulai tahun 2020 mendatang.

“Untuk retensi baru ini sebenarnya rencana PSDA Palembang tahun 2015, lalu disempurnakan lagi. Tahun 2020 akan dilakukan survei terlebih dulu, untuk fisiknya baru akan dikerjakan tahun 2021. Kita gunakan anggaran sharing anggaran,” jelasnya

Retensi baru di Kolonel H Burlian, tambah Numeri, rencananya akan dibangun seluas 1 hektare. Sedangkan untuk di Sungai Buah ada penambahan dari yang sebelumnya 1,16 hektare akan ditambah 1 hektare.

“Kolam retensi Kolonel H Burlian masih dalam tahap pembebasan lahan, Nanti untuk yang Burlian itu mau dilihat dulu airnya lari ke mana sungai mana,” tutupnya