PALEMBANG,HS – Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memperduksi Kereta Ringan atau LRT. PT INKA (Persero) terus berupaya memperluas pasar produk kereta api buatan anak negeri.
Tak hanya ingin menjadi pemain lokal, perusahaan yang berdiri sejak tahun 1981 tersebut kini fokus memasarkan produknya ke pasar internasional.
Direktur Utama PT INKA, Budi Noviantoro mengatakan, pasar kereta api dalam negeri belakangan waktu mulai jenuh. Hal itu, berbanding terbalik dengan peluang yang ada di sejumlah negara berkembang lainya.
Oleh karena itu, IKNA yang merupakan perusahaan kereta api satu-satunya di Asia Tenggara ingin memanfaatkan peluang tersebut dengan melebarkan sayap penjulan di pasar internasioal.
“Kita saat ini mesti keluar lah, kalau di Indonesia kan (pasar) sudah mulai jenuh kan,” ujarnya Selasa (30/10/2018).
Menurutnya, Guna menyikapi peluang itu, pihaknya saat ini tengah dibentuk sinergi BUMN dalam wujud konsorsium yang melibatkan sementara ini PT INKA, PT KAI, PT Waskita Karya, dan PT LEN.
“Jadi nanti kita jualan keretanya dalam satu paket, sekaligus juga termasuk pembiayaan, operasi, perawatan, persinyalan, dan sebagainya,” katanya.
Lanjutnya, Pasar yang sudah dijajaki meliputi Bangladesh, Filipina, Sri Langka, Thailand, dan Vietnam. Ada yang sudah menang lelang dan ada juga dalam tahap proses lelang.
“Bangladesh merupakan kontrak ketiga, dan Filipina juga sudah dua kali menang lelang. Sementara yang lain masih menunggu hasil,” pungkasnya
Ia mengatakan, dengan terbentuknya konsorsiun BUMN di industri kereta api, maka diharapkan akan semakin mengibarkan perusahaan dalam negeri di kancah internasional.
Selama ini dalam industri kereta api INKA sendiri memiliki kompetitor yang cukup berat untuk pasar kereta api di kawasan Asia Tenggara dan Selatan. Yakni produsen kereta api dari Tiongkok.
“Kalau Tiongkok ini mereka tidak hanya menjual produk saja, tapi juga menawarkan pembiayaan dalam pembeliannya. Selain itu mereka menjual produk dengan harga yang terbilang murah,” tuturnya
Maka itu, dengan nanti terbentuk ketika konsorsium tersebut, tentunya perusahaan dalam negeri akan lebih bisa bersaing di kancah internasional, apalagi produk kereta api yang dihasilkan INKA sudah diakui pasar memiliki kualitas yang lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan dipercayanya kembali INKA dalam memenuhi kebutuhan kereta di Bangladesh.