Kondisi jalan yang anjlok dan terkikis akibat meluapnya Sungai Lematang.

Kondisi jalan yang anjlok dan terkikis akibat meluapnya Sungai Lematang.

PALI, HS – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM), Etty Murniati melalui Bagian Program dan Anggaran, Desi Sari Anggila akan segera mengerjakan sebagian ruas jalan penghubung antara PALI-Prabumulih yang anjlok akibat gerusan aliran sungai Lematang yang meluap dan mengikis habis tanah penahan jalan tersebut sepanjang kurang lebih 50 meter.

Hal itu dikatakannya saat meninjau langsung lokasi jalan yang terletak di Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, Selasa (29/11). Bersama Wakil Bupati PALI, Ferdian Andreas Lacony dan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PALI.

“Jalan ini mulai besok sudah bisa kita kerjakan perbaikannya, karena air tidak lagi merendam jalan ini. Agar masyarakat tidak terganggu. Sebenarnya, apabila air sudah surut, sudah lama jalan ini dikerjakan,” ucapnya.

Untuk sementara waktu, Desi meminta masyarakat berhati-hati apabila melewati jalan yang anjlok, karena posisi tanah penahan jalan masih labil.

“Saat ini masih bisa dilalui, tetapi tetap harus hati-hati, terutama untuk kendaraan bertonase berat. Dan kita pasang pagar untuk menghindari pengguna jalan agar tidak terperosok. Kita juga akan membangun tanggul penahan air sepanjang 50 meter agar ketika aliran sungai melimpah, tidak merendam jalan,” imbuhnya.

Selain akan mengerjakan jalan yang anjlok, pihak PU BM juga sedang mengebut perbaikan jalan yang sempat longsor di Desa Pandan, Kecamatan Tanah Abang.

“Mudah-mudahan tidak lama lagi perbaikan jalan penghubung ini selesai, kita kebut pengerjaannya sesuai perintah pak Bupati agar aktivitas warga tidak terganggu. Untuk tahun depan kita sudah mulai membangun jalan baru sekitar satu kilometer, dan tidak lagi melewati jalan itu karena sering longsor akibat letaknya berada di kelokan aliran sungai,” tandasnya

Sementara itu, Wabup sengaja terjun ke lapangan mewakili Bupati untuk meninjau lokasi yang tergenang banjir.

“Kita lihat jalan yang rusak serta longsor akibat luapan Sungai Lematang, juga melihat desa-desa yang terendam banjir. Kita bawa Dinas PUBM, PUCK, Dinsos, Dinkes dan BPBD, agar semua keluhan masyarakat pasca banjir bisa diatasi,” ungkapnya.

Diakuinya, banyak warga korban banjir mengeluh adanya penyakit yang timbul usai banjir.

“Ada Dinkes yang menangani masalah diare dan gatal-gatal, bahkan bawa makanan tambahan bagi bayi dan balita. Ada Dinsos dan BPBD juga bawa logistik makanan untuk dibagikan kepada warga yang memang membutuhkan. Untuk sarana jalan yang rusak kita bawa Dinas PU,” jelasnya.

Wabup juga menghimbau agar warga tetap waspada terutama daerah yang rawan banjir.

“Karena musim hujan belum berakhir, saya menghimbau agar kita tetap waspada, dan jangan buang sampah sembarangan agar banjir bisa terhindar,” pesannya. (MAN)