PALEMBANG,HS – Masa depan MW, gadis manis yang baru berusia 14 tahun ini terancam suram. Pasalnya, MW diduga sudah menjadi korban pemerkosaan dua orang yang tak dikenalnya (OTD), Selasa (7/3).

Terungkapnya nasib nahas yang dialami MW, setelah korban didampingi AS,38, ayah kandungnya melaporkan kejadian itu ke Polresta Palembang.

Dimana kejadian yang menimpa MW berlangsung saat dirinya hendak berangkat ke salah satu SMK tempat dirinya mengenyam pendidikan sekitar pukul 6.30 WIB.

Saat sedang menuju sekolah dengan berjalan kaki tepatnya di Jalan Semeru, Kecamatan Ilir Timur 1, korban dihampiri sebuah Daihatsu Terios warna silver. Saat itu, sang pengemudi mobil berpura-pura menanyakan alamat kepada korban.

Rupanya, ketika sedang berbicang dengan pengemudi mobil, salah seorang pelaku lain langsung membekapnya dari belakang hingga korban tak sadarkan diri.

“Ada dua orang. Awalnya yang satu pura-pura tanya alamat, dan temannya dari belakang membekap saya pakai sapu tangan, setelah itu saya tidak sadar lagi,” tutur korban yang masih trauma saat melapor.

Korban mengaku, dirinya baru sadarkan diri setelah tiga jam berselang. Saat sadar pun korban masih berada di dalam mobil yang saat itu dalam keadaan berhenti.

“Saat sadar, salah satu pelaku sedang menelpon. Saya duduk di jok belakang sendirian. Saya buka pintunya dan langsung kabur naik angkot,” jelasnya.

Aksi dugaan pemerkosaan itu sendiri baru disadari korban setelah dirinya tiba di rumahnya. Saat itu korban melihat pakaian dalam yang dikenakannya sudah terlepas.

“Pakaian dalam sudah tidak ada dan rok saya sobek. Saya baru tahu setelah dirumah,” ujarnya.

Kejanggalan itupun diceritakan korban kepada orangtuanya yang akhirnya langsung dilaporkn ke polisi.

“Kami berharap pelaku itu dapat ditangkap. Mereka sudah merusak masa depan anak saya,” harap AS, ayah korban.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede membenarkan dengan adanya laporan korban dugaan pemerkosaan.

Laporan tersebut diterima dengan tanda bukti nomor LPB/529/III/2017/SPKT.

“Masih kita dalami dan meminta keterangan korban. Sementara ini kita arahkan korban untuk visum,”singkatnya. (Rey)