PALEMBANG,HS – Puluhan mahasiswa yang terdiri dari Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPD) menggelar aksi damai di kantor KPU Sumsel, Senin (19/1/2018). Dalam aksi tersebut mahasiswa memberikan Tujuh tuntutan kepada KPU Sumsel.

Adapaun Tujuh tuntutan mahasiswa yakni pertama, KPU untuk bersikap tegas, netral, dan independen san menjalankan aturan sehingga tidak ada kecurangan sehingga demokrasi berjalan jujur, ador dan tertib. Kedua, memaksimalkan sosialisasi kepada masyakarat untuk meminimalisie terjadinya Golput.

Ketiga, melakukan transparansi penggunaan angarab penyampaian keterbukaan penggunaan anggaran dapat disampaikan kepada masyarajat secara luas melalui media. Keempat, tidak korupsi.

Selain itu, yang kelima komisioner KPU melaporkan harta kekayaan. Keeenam, pelaksana pemilihan tercipta pilkada damai. Ketujuh, pasangan Cagub dan Cawagub melakukan demokasi yang bersih dan tidak melakukan Black Campaign penyerbaran isu sara dan politik uang.

Ketua Dema UIN Raden Fatah Palembang, Imam Santoso mengatakan, tujuan kedatangan ke KPU Sumsel untuk mengingatkan bahwa dalam waktu dekat akan diadakan Pilkada serentak. Maka dari itu, aksi ini merupakan salah satu wujud hodupnya demokrasi di Indonesia yang sudah sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945.

“Peran dari mahasiswa ini penyambung aspirasi masyarakat untuk mengawal kebijakan pemerintah untuk mengingatkan KPU Sumsel untuk bersikap netral independen, bersih, adil dan tidak berpihak pada pasangan tertentu,” kata Imam.

Selain itu, pihaknya mengingatkan KPU mensosialisaikan kepada masyarakat mengenai siapa saja kandidat Cagub dan Cawagub dan kapan tanggal dimulai Pilkada sehingga meminimalisir masyarakat yang nantinya akan Golput.

“KPU harus gencar mensosialisasi pasangan kandidat ini dengan memaksimalkan anggaran dana yang ada sehingga karena tingkat angka pemilih Golput masih sangat besar di Sumsel ini,” ungkapnya.

Untuk berjalannya Pilkada yang damai, lanjut , KPU harus menindak tegas masyarakat yang menyebarkan berita hoax, isu sara, dan money politik.

“Kami berharap supaya Pilkada di Sumsel ini damai aman dari perpecahan karena Sumsel ini terkenal dengan Zero Conflict. Apalagi, Sumsel juga akan menjadi tuan rumah Asian Games jadi semoga Pilkada ini mendapatkan pemimpin yang amanah,”  harapnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi mengenai adanya demo yang dilakukan oleh Mahasiswa UIN Raden Patah, Ketua Komisioner KPU H Aspahani SE Ak MM mengungkapkan, apa yang dilakukan mahasiswa selaras dengan apa yang ingin dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum.

Bahkan menurutnya KPU sangat mengapresiasi apa yang dilakukan teman-teman mahasiswa, sejak awal disumpah menjadi ketua dan anggota kami sudah berjanji untuk netral, tidak berpihak demi mewujudkan pilkada yang bersih, tanpa permainan