turbulensi

foto ilustrasi

Haluan Sumatera – TURBULENSI  merupakan salah satu insiden paling berperan mencederai seseorang di penerbangan. Untuk hal ini, pilot memiliki cara mengatasinya.

Jika diperhatikan, pilot memiliki sejumlah gadget di dalam pesawat. Masing-masing gadget diprogram untuk membantu mereka terbang dari titik A ke titik B seaman mungkin.

Gadget dan aplikasi lah membuat mereka terbantu mengatasi turbulensi yang datang di tengah penerbangan.

Turbulensi sendiri menjadi penyebab bagi kerusakan, penundaan penerbangan dan cedera penumpang yang dapat merugikan maskapai hingga USD100 juta atau setara dengan Rp1,3 trilyun per tahun.

Selain itu, menurut NASA, turbulensi adalah penyebab cedera paling besar dalam penerbangan, meskipun tidak selalu mengancam kehidupan. Turbulensi mencederai rata-rata 58 penumpang per tahun.

Di sisi lain, studi menunjukkan bahwa turbulensi bisa mengakibatkan dampak yang lebih serius karena perubahan iklim.

Untuk mengatasi hal tersebut, pilot dibekasi gadget dengan sejumlah aplikasi penerbangan. Salah satunya adalah aplikasi yang memungkinkan pilot mengetahui perkiraan turbulensi.

Hal ini membuat pilot memikirkan cara lain untuk mnenghindari rute dengan kantong turbulensi yang parah.

Hal ini juga memungkinkan para pilot menavigasi arah mereka saat terjadi turbulensi. Demikian dilansir Dailymail, Selasa (2/8/2016). (*)