????????????????????????????????????

PALEMBANG,HS – Sebanyak 2.000 pelajar pramuka dari tingkat SMA/SMK se-Sumatera Selatan (Sumsel), menggelar raimuna VII (7) yang berlokasi di bumi perkemahan Pramuka Gandus. Pasalnya dalam pidato pembukaan tersebut, para pelajar yang tergabung di bidang pramuka siap memerangi narkoba di kalangan pelajar.

Kegiatan perkemahan pramuka yang dikuti seluruh pelajar perwakilan wilayah provinsi Sumsel, berlangsung selama 4 Hari yakni dari 26-30 Oktober mendatang. Para tamu yang datang menyaksikan di suguhi dengan berbagai atrkasi seperti tarian dari kabupaten Musi Rawas dan aksi para pramuka dari daerah lainnya.

Wakil Gubernur dan juga Ketua Harian Majelis Pembimbing Daerah Pramuka Sumsel, H Ishak Mekki mengatakan pada kesempatan ini, dirinya menyampaikan beberapa hal sehubungan dengan pelaksanaan Raimuna yang ke 7 daerah Sumsel tahun 2016.

“Raimuna daerah merupakan pertemuan pramuka penegak dan pramuka pandega dalam menggalang persaudaraan, menambah pengalaman, pengetahuan, keterampilan, wawasan dan meningkatkan patriotisme yang dihimpun dengan sebuah perkemahan yang saat ini kita lihat sekeliling di area Gandus,” katanya, Rabu (26/10)

Dalam perkemahan selama empat hari di gandus, peserta akan menikmati suasana riang, gembira, penuh dengan rasa kekeluargaan, giat bakti secara gotong royong dengan penuh tanggung jawab.

“Ya, tujuan kegiatan perkemahan ini pun bisa memerangi narkoba di kalangan pelajar, baik pelajar yang menggunakan dan menggedarkan. Tentunya kegiatan Raimuna sangat bermanfaat untuk menghindari pengaruh negatif seperti Narkoba tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya, sebagai persiapan dalam melaksanakan bernbagai kegiatan kepramukaan, kwartir daerah gerakan pramuka Sumsel terus bergiat dalam membangun bumi perkemahan ini. “Berdasarkan keputusan gubernur Sumsel nomor 277/KPTS/KWARDA/2014 tentang pembangunan sarana dan prasarana bumi perkemahan yang ada di kwartir daerah gerakan pramuka Sumsel, tentunya harus diiringi bantuan pemerintahan provinsi Sumsel, agar gerakan pramuka di Sumsel menjadi satuan kerja yang terbuka,” ungkapnya.

Saat ini sejarah bumi perkemahan gandus, berawal dari surat wakaf tanggal 10 Agustus 1981 No.39/II/GS/1981 yang di tandatangani kepala kampung gandus palembang dan diketahui camat IB II Palembang, dan surat keterangan penyerahan Hak Atas tanah nomor 32/IB II/19981 tanggal 26 agustus 1981, seluas kurang lebih 20 Hektar.

“Namun saat ini kita mendapatkan kendala, ada beberapa yang berkeinginan menguasai sebagian areal dengan cara menyerobot, bahkan sampai saat ini penyerobotan masih tetap berlangsung dengan luas 5 Hektar, tanah bumi gandus khusus pagelaran kegiatan perkemahan pramuka di Sumsel ini pun masih menjadi sengketan dan sedang di urus oleh pengadilan,” paparnya.

Sementara itu, Waka Kwarnas gerakan pramuka bidang Lingkungan Hidup H Abdul Shobur mengatakan kegiatan perkemahan ini diikuti dari kelas 10 sampai 12 dengan peserta 2.000 pelajar di SMA/SMK se-Sumsel, Pramuka ini sebagai penerus bangsa dan pendidikan kepribadian di satuan kerja instansi pemerintah.

“Saat ini dunia Narkoba sudah memasuki kalangan pelajar, mereka bisa bebas memakai dan menjual, Oleh sebab itu kita berkeingiann dengan kegiatan Raimuna bisa mencerminkan generasi pelajar yang baik buat, saya yakin para peserta pramuka bisa menjadi pemimpin yang jauh dari narkoba dan pribadi yang mencintai lingkungan,” katanya.

Jadi sekarang ini sesuai program pramuka, dimana pihaknya ingin mencetak kader bangsa. Seperti contoh peserta pramuka harus bebas dari narkoba yang bisa merusak masa depan. “Oleh karena itu saya menghimbau sekali anak-anak ini bisa menjaui narkoba, sehingga masa depan nantinya bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya (Hsn)

.