Mendagri Tjahjo Kumolo bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Ketua Apeksi Airin Rachmi Diany di acara pembukaan Rakerna XII Apeksi 2017

MALANG, HS – Rakernas XII Apeksi Kota Malang menghasilkan dua rekomendasi utama. Dua rekomendasi itu adalah adanya MoU antara pemerintah daerah dengan aparat penegak hukum terkait persamaan persepsi hukum tentang penyelenggaraan pemerintahan daerah. Permintaan MoU itu  disampaikan melalui Kementerian Dalam Negeri.

Rekomendasi kedua, adalah jaminan dari pemerintah pusat tentang kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

“Rekomendasi pertama diperlukan supaya ada kepastian hukum, dan rasa nyaman dalam bekerja. Tidak khawatir dalam membuat kebijakan. Niatnya baik ternyata keliru akhirnya juga bermasalah,” ujar Ketua DPP Apeksi Airin Rachmi Diany dalam penutupan Rakernas, Kamis (20/7/2017).

Rekomendasi kedua juga disampaikan demi memberikan perlindungan dan kepastian kepada daerah yang menjalin kerjasama dengan investor dalam hal pembiayaan. Di samping dua rekomendasi itu, ada juga sejumlah persoalan yang disampaikan. Semua rekomendasi disampaikan secara tertulis kepada pemerintah pusat melalui Kemendagri

Sementara Wali Kota Jambi Syarif Fasha memuji pelaksanaan Rakernas XII Apeksi di Kota Malang.

“Selamat dan sukses bagi Kota Malang, khususnya juga Bapak Wali Kota Malang, Abah Anton, yang menurut saya sukses menggelar Rakernas ini,” ujar Syarif.

Menurutnya ada sejumlah tema krusial yang harus dibahas di Rakernas. Syarif menyebutkan tentang pembiayaan untuk pemerintah daerah.

“Pembiayaan pembangunan daerah itu sangat besar, tidak bisa mengandalkan APBD. Dibutuhkan akselerasi dengan pihak lain, investor misalnya. Tetapi bagaimana langkah yang diambil daerah ini nantinya tidak menimbulkan dampak persoalan hukum, itu yang harus dibicarakan,” tegas Syarif.

Lalu apa kesan Syarif terhadap Kota Malang?. ‘Luar biasa ada kemajuan selama tiga tahun terakhir. Ada Kampung Warna Warni, kampung konservasi air, sangat maju,” ucapnya.

Ada sebanyak 98 pemimpin pemerintah kota, wali kota atau wakil wali kota, hadir di Kota Malang dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). Mereka sudah berada di Kota Malang sejak Selasa (18/7/2017). Rakernas ini berakhir pada Kamis (20/7/2017).

“Karena APEKSI memiliki anggota sebanyak 98 orang. Masing-masing anggota akan membawa rombongan 50 sampai 60 orang nantinya,” kata Kepala Bagian Humas Pemkot Malang Nurwidiyanto, Jumat (14/7/2017).

Seperti dikutip HALUAN SUMATERA dari Detik.com, selama event digelar 18-20 Juli 2017, pastinya Kota Malang akan dipenuhi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Banyak efek positif bagi Kota Malang, dengan banyaknya orang datang mengikuti APEKSI, jelas sudah berapa jumlah kamar hotel yang dipesan, usaha jasa, warung, yang jelas akan terjadi perputaran uang cukup besar,” jelas Nurwidiyanto.

Yang lain, lanjut Nurwidiyanto, peserta akan membawa cerita Kota Malang saat kembali ke daerah asalnya.

“Ada banyak rangkaian kegiatan, gala dinner sebagai acara puncak digelar malam setelah pembukaan di halaman balaikota. Pembukaan akan dihadiri Mendagri, kami sangat berharap presiden bisa hadir dalam event ini,” tegasnya.

“Esok harinya ada penanaman pohon di Taman Merjosari, setiap daerah juga akan membawa kesenian musik khas daerahnya, untuk disumbangkan ke Museum Musik Indonesia kebetulan ada di Kota Malang,” jelasnya.

Diungkapkan, dalam Rakernas turut dilakukan launching Kampung Konservasi Air, ini adalah yang pertama ada di Indonesia, serta internasional.

“Glintung Go Green, jadi kampung konservasi air. Klaim pertama kali dan merupakan wujud kepedulian Kota Malang soal lingkungan. Nantinya, taman tematik, turut menjadi buah cerita Kota Malang,” beber Nurwidiyanto.

Wali Kota yang tergabung dalah Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonsesia (Apeksi) berkumpul di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (18/7). Mereka bersiap menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-XII.

Kedatangan sejumlah wali kota itu disambut dengan welcome dinner di halaman Balai Kota Malang. Terlihat hadir dalam welcome dinner tersebut Wali Kota Tangerang Selatan yang juga Ketua Apeksi Airin Rachmi Diany, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Malang M Anton dan sejumlah wali kota serta perwakilan wali kota seluruh Indonesia.

Juga hadir Wali Kota Nonsan, Korea Selatan, Hwang Myeong Seon. Ada sejumlah tema yang akan dibahas dalam Rakernas tersebut. Di antaranya adalah memadukan sistem kinerja di masing-masing daerah.

“Bahwa bagaimana kami bekerja secara maksimal terlepas dari apapun. ada beberapa hal di lapangan tentang regulasi aturan dan ketentuan,” kata Airin selaku Ketua Apeksi.

Rakernas juga akan memacu inovasi Pemerintah Kota dalam hal pembangunan. Terutama percepatan pembangunan melalui sektor swasta dan peningkatan investasi.

“Sebagai sebuah kota yang percepatan penduduk dan laju pertumbuhan ekonominya begitu besar maka kalau kita mengandalkan APBD saja kita tidak akan bisa melakukan percepatan. Tapi bagaimana kita caranya bekerja sama dengan pihak swasta,” jelasnya.

Wali Kota Malang, M Anton mengungkapkan kebanggaannya karena Kota Malang bisa menjadi tuan rumah Rakernas ke-XII Apeksi. Ia berharap, Rakernas itu bisa menambah motivasi masing-masing daerah dalam meningkat kinerjanya.

“Harapannya semoga bisa memberikan rekomendasi khusus bagi daerah-daerah di Indonesia untuk kepentingan pembangunan nasional,” katanya.

Pada Kamis 20 Juli 2017, Wakil Wali Kota Padang Ir H Emzalmi MSi bersama rombongan berkesempatan menanam pohon Andalas maskotnya Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat dalam rangkaian acara Rakernas Apeksi 2017 berpusat di Taman Kota Merjosari Malang. (RSD)