Palembang,Haluansunatera.com– Memantapkan program kerjanya, Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD)Provinsi Sumatera Selatan, menggelar Rapat Teknik Akselerasi dalam melaksanakan tugas di Bidang Kedeputian 3 (tiga) dan 4 (empat) Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia (RI).

Koordinator TRGD Sumsel Dr. Najib Asmani memimpin sekaligus membuka acara Rapat yang digelar di Hotel Swarnadwipa, Jalan Tasik Palembang, Kamis (21/03/2019).

Dalam rapat teknis ini dibahas dengan agenda penyusunan kegiatan Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan Restorasi Gambut serta rencana penyusunan penelitian dan pengembangan Restorasi Gambut.

Kepala Pokja Edukasi dan Sosialisasi BRG Wilayah Sumsel, Dr.Ir.Suwignya Utama, MBA dalam paparannya yang berjudul Kegiatan Kedeputian Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan membahas antara lain tentang 1. Sosialisasi Pengelolaan Gambut Tingkat Kabupaten, 2. Kunjungan Silang Petani Gambut, 3. Sekolah Lapang Petani Gambut dan 4. Edukasi Perlindungan Gambut bagi Siswa SD/Sederajat.

Sosilisasi Pengelolaan Gambut Tingkat Kabupaten dilakasanakan di Kabupaten OKI Minggu ke- IV April 2019 dengan jumlah peserta 60 orang dilaksanakan di Kabupaten OKI dengan pendanaan APBN, di Kabupaten Muara Enim Minggu ke-I Mei 2019 diikuti 60 peserta yang dilaksanakan di Kabupaten Muara Enim dengan Pendanaan APBN dan di Kabupaten Banyuasin Minggu ke-II Maret 2019 diikuti 60 orang peserta dengan pendanaan Unops.

Sementara kegiatan Edukasi perlindungan Gambut untuk Siswa SD, kegiatan Pelatihan Guru SD tentang Edukasi Perlindungan Gambut Prov. Sumsel dilaksanakan Minggu ke-I Agustus 2019 dengan jumalah partisipan 24 Guru SD bertempat di Prov. Sumsel dengan pendanaan APBN.

Selanjutnya dijelaskan juga tentang kegiatan Sekolah Lapang Petani Gambut, tema yang dipilih “Pengelolaan Lahan Gambut Tanpa Bakar”, dengan peserta Petani Gambut dari desa-desa peduli gambut. Rencana pelaksanaan lokasi dipilih pada desa yang sudah berhasil membangun mini demplot pengelolaan gambut tanpa bakar.

Untuk Kegiatan tahun 2019 Kasub Pokja Desa Gambut menyampaikan Program Fasilitator/Pendampingan Desa Peduli Gambut, Lokakarya Perencanaan Desa dan Bantuan Alat untuk Sekolah Lapang Petani Gambut.

Kepala Sub Pokja Edukasi, Sosialisasi dan Pelatihan Pada Kedeputian III BRG, Deasy Efnidawesty menyampaikan kegiatan yang dilakukan adlah 1. Sosialisasi Pengelolaan Gambut tingkat Kabupaten (Pelasanaan di seluruh Kabupaten target restorasi tahun 2019), 2. Sekolah Lapang Petani Gambut (Pelaksanaan dilakukan 8 Tempat di 6 Provinsi), 3. Kunjungan Silang Petani Gambut (Pelaksanaan 2 Tempat, wilayah Sumatera dan Wilayah Kalimantan) dan Edukasi Perlindungan Gambut Bagi Siswa SD/Sederajat (Pelaksanaan dilakukan di 6 Provinsi).

Dijelaskan akan dilaksanakan Sosialisasi Pengelolaan Gambut Tingkat Kabupaten di Sumsel tahun 2019 yaitu di 3 Kabupaten target restorasi gambut yaitu Kabupaten OKI, Muara Enim dan Banyuasin, serta mengundang stakeholder antara lain : TRGD Prov.Sumsel, DLH Kabupaten, Dinas PMD Kabupaten, KPH, Camat, Kades dan Pokmas, ujar Deasy.

Beberapa hal penting yang perlu disosialisaikan terkait perencanaan dan penganggaran BRG Tahun 2019, Pelaksanaan PIPG Tahun 2019, Pembentukan DPG, Edukasi, Pengaduan dan Penyelesaian Konflik, Padiatapa dan Sosialisasi Kegitan 3 R yang dilaksanakan oleh tugas pembantuan di Prov. Terkait, pungkas Deasy.

Untuk Kedeputian IV Bidang Penelitian dan Pengembangan, kegiatan Riset di Sumsel tahun 2017 – 2018, tahun 2017 4 paket riset dan 6 paket Pilot Project serta tahun 2018 3 paket Riset dan 2 Paket Pilot Project

Riset Komoditi Lokal Potensial di Lahan Gambut yang mempunyai potensi unggul adalah padi diikuti ikan dan kerbau rawa. Untuk Pilot Project Perluasan dan Evaluasi Sekat Kanal dilakukan di KHG Sungai Air Hitam – Sungai Buntu Kecil Kabupaten Musi Banyuasin Prov. Sumsel.

Selanjutnya Pilot Model Restorasi terintegrasi berbasis agrosilvofishery di Kabupaten OKI Prov.Sumsel, serta pemasangan alat untuk memantau kelembaban gambut dan tinggi muka air gambut (SESAME) tahun 2019 akan di – Instal di semua area restorasi, termasuk yang berada di bawah kewajiban pemegang konsesi.

Alat ini akan secara otomatis mengirimkan data pantauan ke server (realtime) sehingga bisa langsung diambil langkah kolektif jika menunjukkan turunnya kelembaban ke “Zona Merah” (rawan terbakar). Server ini akan disambungkan ke pusat data di KLHK, KSP, BMKG dan BNPB.

Rapat Teknis ini diikuti peserta rapat yang terdiri dari Deputi III, IV BRG, Para Kapokja Deputi III dan IV BRG Wilayah Sumsel, Para Kasubpokja III dan IV BRG Wilayah Sumsel, Dinamisator Deputi III Wilayah Sumsel, Koordinator, Wakil Koordinator, Kabid dan Sekretaris TRGD Sumsel, Kepala Dinas LHP Sumsel, Kepala Dinas PMD Sumsel/Kabid yang membidangi, Kepala Litbang KLHK, Ketua Tim Ahli TRGD Sumsel, Tim Ahli Fakultas Pertanian Unsri, Pimpiman Project Kelola Sendang ZSL, Pimpinan TFA 2020, CEO Yayasan Belantara, Direktur IDH, APHI, GAPKI, Mongabay, Ketua HMI Cabang Palembang, Pimpinan Rumah Zakat Indonesia Wilayah Sumsel, Pimpinan Yayasan Bina Ilmi, Fasilisator Desa, 4 Orang dan Tim TRGD Sumsel.