PALEMBANG,HS – Per 1 Januari pukul 00.00 WIB, jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra) sudah mulai memberlakukan tarif dengan menggunakan kartu elektronik atau e-tol. Namun, sangat disayangkan sampai saat ini pemilik e-tol masih sangat minim.

Kepala Cabang Operasional Tol Palindra, Darwan Edison mengakui memang saat ini pengguna e-tol baru 50 persen dari pengguna jalan tol per hari tercatat sekitar 6000 kendaraan.

“Kemarin malahan hampir 100 persen tidak miliki e-tol. Tapi meskipun begitu kami tetap buka gerbang tol nya karena saat ini masih gratis,” katanya saat ditemui di Lokasi Tol Palindra, Rabu (27/12/2017).

Namun, jika nantinya tol sudah menerapkan tarif maka pengguna tol wajib memiliki e-tol, jika tidak maka pihaknya terpaksa tidak membuka gerbang dan menyuruh untuk memutar balik dari tol Palindra karena gerbang tol bersifat otomatis dan hanya bisa dibuka dengan kartu e-tol.

“Hukumnya haram jika kami menerima uang tunai dalam pembayaran e-tol. Jadi kami meminta pengguna harus miliki e-tol entah itu meminjam atau lain sebagainya,” tegas Edison.

Menurutnya, pembelian e-tol ini sebenarnya dapat dilakukan di perbankan. Bahkan terkadang pihaknya juga menjual kartu tersebut. Namun, perbankan hanya menitipkan sedikit yakni hanya 300 kartu. Sehingga pihaknya selalu kehabisan jika pengguna jalan ingin membelinya.

Pihaknya mengkhawatirkan jika e-tol yang dititipkan habis, kemudian pihak perbankan libur panjang seperti saat ini. Tentunya bakal mempengaruhi pengguna jalan yang ingin lewat tol.

“Pengguna jalan otomatis tidak bisa melewati tol. Karena itu, kami minta komitmen dan kerjasama perbankan untuk selalu menyiapkan kartu e-tol ini,” ujarnya.

Sejauh ini perbankan yang sudah memiliki e-tol yakni Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, dan bank BCA. Kartu e-tol ini hanya dijual dengan harga Rp20 ribu. Namun, belum termasuk saldo. Sedangkan, saldo tergantung penggunanya mau top up berapa pun.

Besaran tarif tol Palindra yakni untuk golongan I kategori mobil penumpang dan bis sebesar Rp6 ribu, kemudian untuk golongan II kategori mobil truk dan dua gandar atau roda dua di belakang sebesar Rp8.500.

Untuk golongan III kategori mobil tiga gandar atau tiga roda di belakang yakni Rp11.500, kemudian golongan IV kategori mobil empat gandar atau empat roda dibelakang yakni sebesar Rp14.500 dan golongan V untuk mobil lima gandar atau lima roda belakang yakni Rp17.500.

“Nantinya yang ingin lewat tol hanya menempelkan kartu e-tol saja, kemudian akan keluar struk pembayaran sebagai bukti,” terangnya.

Pihak juga menyediakan alat pembayaran dibawah untuk mobil kecil dan diatas untuk mobil besar. Artinya, para pengemudi mobil besar tidak perlu harus turun dari mobil untuk menempelkan e-tol ke mesin pembayaran. Nantinya jika tarif tol Palindra ini mulai diberlakukan maka target sehari uang yang didapatkan yakni sebesar Rp 40 juta sampai Rp 50 juta.

HK juga saat ini menyiapkan beberapa fasilitas di tol ini yaitu mobil derek sebanyak tiga unit, mobil rescue sebanyak dua unit, ambulance satu unit dan mobil PJR satu unit untuk memastikan kondisi di jalan tol aman.

“Kami juga menyiapkan 60 petugas untuk membantu para pengguna jalan yang dalam kondisi kesulitan,” ujarnya.

Terkait evaluasi lalu lintas mudik, ia menambahkan sejauh ini belum ada peningkatan dan tetap sama seperti hari sebelumnya yakni berkisar 6000 kendaraan. Hal ini dikarenakan memang kondisi jalan yang pendek, kemudian jalan lintas di perlebar. Sehingga masyarakat lebih memilih jalan lintas ditambah lagi tidak memiliki e-tol.

“Kami optimis jika pembangunan tol ini selesai sepenuhnya maka masyarakat akan lebih memilih tol Palindra sebagai jalan utama dibandingkan jalan lintas,” tegasnya (MDN)