PALEMBANG,HS – Ratusan Mahasiswa Se-sumsel mengelar aksi damai mengenai Tenaga Kerja Asing (TKA) belum menemukan titik temu dengan pemerintah.

Para Mahasiswa tetap ngotot ingin bertemu dengan gubernur atau wakil gubernur untuk menyampaikan keluh kesah mereka dan mencoba memaksa masuk ke dalam kantor gubernur sumsel

Para mahasiswa yang telah melewati garis batas dan menyebabkan suasana sempat menjadi kisruh dengan aparat keamanan yang siaga menjaga aksi tersebut serta sempat terjadi saling dorong dengan pihak kepolisian hampir Sekitar 30 menit aksi saling dorong terjadi. Polisi mencoba sempat mengamankan beberapa pendemo.

Awalnya, Pemprov Sumsel mengirimkan Staf Khusus Gubernur, Permana untuk menemui para mahasiswa. Tetapi, para mahasiwa tetap berkeras ingin bertemu dengan pemimpin Sumsel. Akhirnya, Permana kembali mundur kebelakang barisan. Karena ditolak oleh para mahasiswa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Joko Imam Sentosa yang menemui para mahasiswa mengatakan, pihaknya akan menampung seluruh aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiwa. Serta, pihaknya bertanggungjawab atas memanasnya aksi damai ratusan mahasiswa.

“Pemprov bertanggung jawab yang tadi. Jadi ini pemerintahan, ada proses,” ujarnya

Merasa tak puas dengan jawaban dari Sekda Sumsel. Para mahasiswa melalui Koordinator aksi (Korak), Rahmat Farizal meminta, segera dilakukan rapat terbuka mengenai serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA), yang disinyalir mulai membanjiri Provinsi Sumatera Selatan.

“Saya undang besok  kami tempatkan ditempat yang lebih terhormat, rapatkan secara terbuka. Saya siap besok menerima, akan kita kupas tuntas,” tegasnya

Para mahasiswa akhirnya menyetujui apa yang ditawarkan oleh Sekda Sumsel. Bahwa rapat secara terbuka, dan dihadiri oleh para mahasiswa akan berlangsung Rabu (19/4). Kedua belah pihak akhirnya menandatangani Nota Kesepahaman Tentang Permasalahan Tenaga Kerja Asing Ilegal di Sumatera Selatan.(MDN)