t6hnxdv8

PALEMBANG,HS –Untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia. Salah satunya dengan mengajak siswa Sekolah Dasar (SD) rutin mencuci tangan setiap hari.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy, menerapkan hidup sehat menjadi solusi yang harus dilakukan sedini mungkin. Salah satu hal kecil yang bisa dilakukan dan besar dampaknya dengan rutin menjaga kebersihan tangan.

“Mencuci tangan pakai sabun salah satu yang bisa dilakukan untuk mencegah dari penyakit diare, upaya ini harus dilakukan secara rutin dimulai sedini mungkin. Peringatan hari cuci tangan se-dunia ini menjadi kesempatan kita untuk sama-sama peduli menjaga dan rutin mencuci tangan,” jelasnya usai acara peringatan hari cuci tangan se-dunia di SDN 89 Palembang, kemarin.

Dijelaskannya, pihaknya mengajak semua masyarakat untuk hidup sehat dengan tujuan masyarakat Sumsel sehat bisa terwujud. Tak terkecuali bagi siswa di jenjang pendidikan dasar yang juga harus dibiasakan mencuci tangan minimal satu kali sebelum dimulainya jam pelajaran di kelas.

“Tentu cara-cara mencuci tangan dengan baik akan diajarkan oleh kepada siswa agar bisa melakukannya dengan benar. Okeh karena itu, kesediaan air dan tempat untuk mencuci tangan sangatlah disdiakan oleh pihak sekolah yang bersangkutan. Kita akan terus mendorong sekolah agar bisa mewujudkannya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SDN 89 Palembang, Rozanawati mengatakan, sebagai sekolah percontohan dalam bidang kesehatan dan telah meraih berbagai penghargaan dalam kejuaraan sekolah sehat tentu telah menjadi prioritas utama dalam mewujudkan hidup sehat bagi siswanya. Tak hanya berbagai fasilitas untuk cuci tangan disediakan di sekolah, akan tetapi penerapan hidup sehat juga dilakukan dengan penyediaan fasilitas lainnya sebagai pendukungnya.

“Setiap kelas mempunyai westapel lengkap dengan sabun untuk mencuci tangannya, jadi siswa diwajibkan untuk mencuci tangan sebelum masuk kelas. Kesediaan fasilitas ini juga memberikan dorongan siswa agar lebih mudah mencuci tangannya kapan saja yang ia inginkan,” ucapnya.

Menurutnya, materi tata cara mencuci tangan sendiri telah diberikan kepada siswa baik secara langsung maupun melalui berbagai poster yang ditempelkan di lingkungan sekolah. Dipastikan, dengan adanya program yang telah dimulai sejak 2013 silam ini semua siswa sudah bisa mencuci tangan dengan baik dan benar secara rutin setiap harinya. “Kalu di seklah semua siswa sudah rutin mencuci tangannya minimal satu kali dalam sehari. Selain itu, kita juga telah menyediakan sebanyak 21 WC yang lebih bersih yang disopiahkan antara siswa laki-laki dan perempuan. Kita berharap, dengan adanya fasilitas sebagai pendorong hidup bersih dan sehat seperti ini bisa menjadikan siswa menerapkan hidup yang lebih bersih lagi,” ujarnya (Hsn)