PALEMBANG,HS – Walaupun Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sudah menerapkan sistem online dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2016. Namun, realisasi masih minim sampai dengan Sabtu, 9 September 2017,

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel, Marwan Fansuri mengatakan berdasarkan data dari Bapenda Sumsel capaian Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sampai Sabtu, 9 September 2017 baru sebesar Rp563 miliar atau 51 persen dari target PKB sebesar Rp1,087 triliun.

“Realisasi memang masih minim tapi kita lihat juga kondisi ekonomi di Sumsel,” katanya Senin (11/9/2017),

Lanjutnya, Untuk BBNKB, realisasinya sejauh ini sebesar Rp495 miliar atau sebesar 82,52 persen dari target sebesar Rp600 miliar, serta Kondisi perekonomian ini sangat berpengaruh seperti harga karet yang menurun sehingga masyarakat tidak memiliki biaya untuk PKN dan juga BBNKB. Selain itu, memang kesadaran masyarakat juga masih minim. Meskipun begitu pihaknya optimis diakhir tahun realisasi ini mampu mencapai target.

“Kami akan terus genjot realisasi PKB di Sumsel, dengan berbagai Inovasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala UPTB Palembang II Bapenda Sumsel, Heriyandi Sinulingga mengatakan upaya yang dilakukan Bapenda untuk mencapai target yakni bekerja sama Badan Pendapatan Daerah di Sumsel serta melakukan door to door bahkan razia kendaraan bermotor dengan pihak kepolisian.

“Kami sudah surati beberapa WP yang menunggak pajak baik kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga membangun Samsat dibeberapa tempat seperti di Desa Tugumulyo Musi Rawas dan  samsat kelur
Desa Sungai  Lilin dimana saat ini sudah tahap finishing.

Pihaknya juga mengoperasikan 20 mobil samsat keliling termasuk program Samling road to campus road pasar tradisional dan road to masjid, serta menyediakan Samsat Corner.

“Kami optimis  target pajak PKB dan BBNKB tahun ini tercapai,” tegasnya (MDN)