153cefab-6927-4e02-950d-536094638362_169

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat lakukan salam komando.setelah resmi di nyatakan sebagai calon Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dari PDIP.Selasa malam (20/9)

JAKARTA,HS – Setelah melalui dinamika yang panjang akhirnya PDIP mengambil keputusan soal pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta. PDIP akhirnya mengusung duet Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI.

Ahok dan Djarot hadir dalam pengumuman cagub dan cawagub DKI di Kantor DPP PDIP di Jl Diponegoro, Jakarta Pusat,seperti yang di kutip dari detikcom Selasa (20/9/2016). Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengucapkan selamat datang ke keduanya.

“Selamat datang Pak Ahok, selamat datang Pak Djarot,” kata Andreas saat membuka acara pengumuman cagub dan cawagub DKI Jakarta. Kedatangan Ahok dan Djarot memastikan keduanya diusung PDIP di Pilgub DKI.

Andreas kemudian menyebut keduanya sebagai pasangan cagub DKI. “Kita beri tepuk tangan untuk pasangan Pak Ahok dan Djarot,” kata Andreas.

Andreas sempat melontarkan candaan berbau sindiran ke Ahok yang lupa kantor DPP PDIP. “Kalau tadi pagi Pak Ahok bilang akan diumumkan di DPP PDIP Lenteng Agung. Hari ini setelah sekian lama Pak Ahok tahu kantor DPP PDIP di Jl Diponegoro. Akhirnya Pak Ahok tahu jalan menuju DPP,” katanya disambut tepuk tangan.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kemudian memperkenalkan sejumlah calon kepala daerah yang akan diusung PDIP di Pilgub DKI. “Tamu kita yang sudah ditunggu-tunggi, Pak Basuki Tjahaja Purnama, Pak Ahok silakan, calon gubernur DKI Jakarta. Kemudian Pak Djarot Saiful Hidayat sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta. Dengan demikian terjawab sudah calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDIP di DKI Jakarta,” kata Hasto.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat  lantas bersalam komando.setelah resmi di nyatakan sebagai calon Gubernur dan wakil gubernur  DKI Jakarta dari  PDIP.

Tangan kanan Ahok dan Djarot diangkat tinggi, ratusan orang bersorak di Kantor DPP PDIP,di belakangnya, berjajar elite PDIP, seperti Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira, Wasekjen Ahmad Basarah, dan elite lain seperti Ribka Tjiptaning, Rudianto Tjen, hingga Ketua DPRD DKI dari PDIP Prasetio Edi Marsudi.

Sosok Prasetio sendiri sempat terekam dalam video yel-yel ‘Ahok Pasti Tumbang’ beberapa waktu lalu, saat PDIP belum menentukan sikap resminya di Pilgub DKI 2017. Namun kini yel-yel itu sudah berubah.

Prasetio dan belasan simpatisan PDIP berdendang yel-yel bersyair, “Maju untuk menang, gotong royong untuk menang, perjuangan untuk menang, Ahok-Djarot menang.” Prasetio tersenyum.

“Kan sekarang kita harus menang,” kata Prasetio menanggapi.

Ahok menyatakan tak ada mahar politik yang disyaratkan PDIP, melainkan hanya kontrak politik Dasa Prasetya PDIP, berisi sepuluh poin janji berorientasi memajukan rakyat.(SNI)

Sumber : Detik.com