PALEMBANG,HS – Ribuan Umat Islam kecewa atas pelarangan Pawai Tabligh Akbar yang menggunakan obor yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat baik Ulama, Ormas Islam, Pondok Pesantren dan Majelis Ta’lim Sumatera Selatan, selasa (24/5),

Pawai Tabligh akbar ini digelar untuk memperingati Syiar Ramadhan serta direncanakan pawai tersebut menggunakan obor namun digagalkan pihak kepolisian Lantaran, dinilai membahayakan.

Ketua Pelaksana, Umar Said menyayangkan keputusan dari pihak aparat atau kepolisian yang terlalu khawatir. Meskipun begitu, dengam negosiasi yang panjang pihak kepolisian mengizinkan untuk membawa bendera.

“Tapi kami memaklumi ke khawatiran kepolisian karena untuk menjaga keamanan,” katanya saat ditemui disela pawai, Rabu malam, 23 Mei 2017.

Umar menerangkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memeriahkan dalam menyambut bulan suci Ramadan serta untuk memberitahu kepada umat islam dan tempat hiburan bahwa bulan suci Ramadan sudah dekat maka diharapkan untuk menyiapkan diri bagi yang muslim berhenti berbuat maksiat dan lain sebagainya sedangkan untuk tempat hiburan diharapkan untik segera menutup tempat usahanya.

“Kami berharap pemilik tempat hiburan itu memaklumi dan mengerti serta memahaminya,” ujarnya.

Menurutnya, sejak dari dahulu sudah ada pawai bahkan lebih meriah dari saat ini. Karena, janji Allah, barang siapa yang menyambut Ramadhan dengan suka cita maka dihindarkan menyentuh api neraka.

“Semoga kita semua yang ada disini dijauhkan dari api neraka,” ujarnya sambil meneriakkan takbir.

“Allahuakbar,” teriak ribuan umat muslim.

Febuar Rahman yang merupakan salah satu panitia kegiatan pawai sangat kecewa atas pelarangan ini.  Pawai obor yang merupakan tradisi dalam menyambut bulan ramadhan yang mulai hilang akan kita hidupkan lagi. Tapi dilarang.

” Ini tradisi menyambut bulan ramadhan,kenapa di larang.apa alasannya, umat islam cinta damai” ungkap Febuar dengan nada kesal.

” kami hanya ingin hidupkan kembali tradisi pawai obor yang mulai hilang” lanjut febuar.

Sementara itu, Kapolres Palembang, Kombes Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan untik penjagaan pawai ini pihaknya mengerahkan 530 personel gabungan baik TNI, Polda, dan Polresta.

Penjagaan dilakukan disepanjang jalan yang dilewati pawai tujuannya untuk memperlancar.

“Kami juga melarang menggunakan obor karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan jadi kami hanya mengizinkan untuk pawai dan membawa bendera,” (MDN)