rio-haryanto

JAKARTA, HS – Setelah mengumumkan Esteban Ocon sebagai pembalap keduanya, Manor Racing Team menunjuk Rio Haryanto sebagai pembalap pengganti di ajang Formula One. Rio kehilangan kursi karena hal yang sangat teknis, yakni gagal menyetor kekurangan dana sponsorship kepada tim

anajer Rio Haryanto, Piers Hunnisett bersiap membawa Rio kembali ke sirkuit F1 pada musim 2017 mendatang. Hunnisett mengatakan bahwa masyarakat Indonesia tentu kecewa lantaran pembalap pertama mereka di ajang balap Formula 1 gagal melanjutkan petualangannya lantaran terbentur masalah dana. Namun manajemen sedang berusaha keras untuk mencarikan sponsor baru untuk Rio agar dia tetap berada di kursi jet darat pada tahun depan.

“Ada kejutan di Indonesia. Mereka bertanya ‘kenapa pembalap kita tidak membalap?’. Beberapa orang datang untuk bertanya bagaimana mereka bisa membantu,” ujar Hunnisett seperti dikutip f1today, Selasa (13/9).

“Hal ini seperti membangunkan mereka. Uang sudah ada, tapi kesepakatan dengan Ocon telah tercapai. Kami telat seminggu. Sebenarnya kami dijanjikan pendanaan oleh pemerintah dan kami memiliki beberapa masalah di sana. Ada beberapa sponsor komersial biasa, bukan hanya datang dari Indonesia tapi juga dari negara Asia lain. Satu dari Jepang, dan Thailand. Semuanya datang bersamaan, tapi itu sudah terlambat,” tambahnya.

Wacana manajemen Rio mencari sponsor sebenarnya sudah muncul sejak Juli lalu. Bahkan saat itu Hunnisett mengklaim sudah melakukan komunikasi dengan perusahaan yang berada di Asia, seperti Thailand, Malaysia, serta Singapura.

Demi menyelamatkan karier Rio, manajer berupaya keras menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan di Asia. Skenario ini dilakukan mengingat dia adalah satu-satunya pembalap Asia yang tampil di Formula 1 musim ini.

“Kami sedang bekerja untuk tahun depan dan kami cukup optimistis bahwa apa yang telah terjadi telah membangunkan segalanya. Itu realistis sekarang. Kami selalu tahu itu akan butuh waktu. Anda harus mengedukasi pasar Asia tentang F1 dan kami butuh waktu sedikit lebih lama. Di Singapura, saya akan kembali ke Asia untuk bicara dengan para sponsor dan beberapa investor potensial juga akan berada di sana. Jadi, kita lihat saja bagaimana kelanjutannya,” tutup Hunnisett. (HS)