PALEMBANG,HS – Rumah Tahfidz Ki Marogan menggelar buka puasa bersama dan memberikan santunan kepada para santri. Sekitar 100 santri ini dibimbing agar kelak menjadi anak yang soleh dan soleha serta menjadi penghafal Alquran.

Pendiri Rumah Tahfidz Ki Marogan, Ustadz Yayan mengatakan, kegiatan buka puasa ini selain menjalin silaturahmi juga ingin memberikan motivasi kepada santri, sehingga dihadirkan seorang hafidz cilik Syekh Rasyid lulusan Hafidz cilik Indonesia.

“Alhamdulilah hari ini kita bisa berkumpul dengan santri dan tim wakaf Ki Marogan, selain fokus mencetak hafidz di Palembang kita juga ada divisi tim wakaf yang selama ini berjalan mengumpulkan bantuan untuk para santri,” ungkapnya, Minggu (3/6).

Ia menambahkan, para santri ini pun selain ada yang mondok pesantren juga diterima anak-anak yang sudah tidak ada keluarganya. Sehingga dididik agar menjadi hafidz Alquran.

“Mudah-mudahan anak-anak bisa termotivasi dengan hadirnya Syekh Rasyid,” katanya.

Selama Ramadan, rumah tahfidz Ki Marogan juga menggelar kegiatan khataman Alquran. Bahkan setiap santri yang telah khatam sebanyak 30 juz langsung diberikan santunan serta pesantren ramadan.

“Awal Ramadan seperti pesantren dan keliling roadshow mulai dari Tebing Tinggi, Prabumulih dan Ogan Ilir dengan nama Go Hafidz Muda. Sudah itu ada penggalangan dana untuk anak yatim duafa yang menjadi santri, ya setidaknya membuat mereka bahagia di hari lebaran dan ada pengurus juga yang kasih santunan,” jelasnya.

Bukan itu saja, santri yang mondok juga akan mendapat ijazah formal seperti paket C. Jadi bukan hanya formal melainkan dapat ilmu agama.

Direktur Wakaf Rumah Tahfidz Ki Marogan, Ustadz Beni Apriadi mengatakan, bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai penutupan kegiatan sebelum libur. Sehingga diadakan acara buka dan santunan.

“Tahun kemarin hanya dihadiri sebagian santri, namun tahun ini seluruh santri dapat santunan. Alhamdulilah kedepannya kita berharap seluruh santri bisa hafal Alquran 30 juz,” ungkapnya.

Syekh Rasyid dalam ceramahnya pun mengajak para santri untuk terus mengamalkan Alquran, bahkan dimalam Lailatul Qadar yang masih terasa di puasa ke-18 ini terus membaca Alquran.