PALEMBANG,HS – Memasuki masa tenang kampanye Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019, Bawaslu Kota Palembang bekerjasama dengan Satpol PP Kota Palembang serta instansi lainnya melakukan pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK) di seluruh wilayah Kota Palembang.
Menurut Ketua Bawaslu Kota Palembang, M Taufik, sebelumnya pihaknya sudah menyurati peserta Pemilu untuk mencopot seluruh APK-nya ketika memasuki masa tenang kampanye. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku bahwa mulai tanggal 14 April pukul 00.01 WIB hingga tanggal 16 April mendatang tidak boleh lagi memasang APK.
“Apapun bentuk APK yang ada dijalan harus ditertibkan, pokoknya tidak ada lagi APK yang terlihat karena ini sudah memasuki masa tenang,” tegas Taufik di sela-sela penertiban APK dalam wilayah Kota Palembang, Minggu (14/4) malam.
Ditambahkannya, penertiban APK harus dilakukan keseluruhan termasuk APK yang menempel di pohon-pohon maupun tiang listrik jangan sampai sampai terlewatkan. Mengenai APK yang sudah dieksekusi kemudian dikumpulkan di Kantor Satpol PP Kota Palembang untuk disimpan.
“Malam ini kita batasi sampai pukul 00.00 WIB dan besok akan koordinasi lagi apabila masih ada alat peraga yang masih terpasang. Sebab masa tenang akan berlangsung sampai H-1,” lanjut dia.
Penertiban APK malam ini, kata Taufik, dilakukan khusus untuk APK yang berada di seputaran jalan protokol dan terhitung sulit ditertibkan sendiri oleh peserta Pemilu. Namun, khusus APK yang terbilang kecil sudah dilakukan oleh pihak Panwas Kecamatan.
Terpisah Kabid Tibum dan Tranmas Satpol PP Kota Palembang, H Hendra mengungkapkan, pihaknya menurunkan 165 personel untuk menertibkan APK yang ada di lima zona dalam wilayah Kota Palembang. Adapun tiga zona di Seberang Ilir dan dua zona di Seberang Ulu.
“Atribut yang sudah diturunkan nanti kita simpan di gudang Satpol PP Kota Palembang. Kita amankan dulu disana, karena kan sudan habis masa kampanye. Mereka kan juga sudah dihimbau untuk melepas sendiri, ternyata sampai saat ini belum juga dilepas,” terang Hendra.
Hendra menegaskan, bahwa sesuai dengan aturan yang berlaku apabila ada pihak peserta Pemilu ingin mengambil kembali APK-nya maka pihaknya tidak akan memberikan.
“Pokoknya kita tahan,” tutupnya