PALEMBANG,HS – Sriwijaya Corrution Watch (SWC), Sumatera Selatan, berharap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, mengusut
dugaan indikasi tindak pidana korupsi pengelolaan dana bos tahun 2019 di lingkungan SMPN 18 Palembang.

“Ini demi terwujudnya pendidikan murah, modern dan demokratis bertatap Nasional dan Internasional,” kata Koordinator Aksi SCW, M Sanusi, saat mengelar aksi demo didepan halaman Kejati Sumsel, Jumat, (10/1/2020).

Menurutnya, SCW berkomitmen untuk turun aksi dalam indikasi dugaan korupsi dana Bos di Sumsel, terutama di SMPN 18 Palembang. Hal tersebut karena banyaknya kejanggalan pengelolaan dana Bos oleh pihak sekolah.

“Terkait dugaan penyimpangan dana Bos, kita akan terus berdemo, terutama di SMPN 18 Palembang, biasanya celah sangat tingginya di bagian pengadaan ATK,” ujarnya

Diungkapkannya, untuk saat ini pihaknya telah menyiapkan laporan awal. Sedangkan untuk kelengkapan berkas SMPN 18 Palembang kemungkinan besar Minggu depan akan di siapkan.

“Nantinya dalam melengkapi berkas akan dilampirkan alat bukti, ini untuk minggu depan, karena semuanya sudah di siapkan secara tertulis,” ungkapnya.

Menanggapi aksi tersebut, Kasi Penkum Kejati Sumsel, Hagiman berharap, SCW bisa menyampaikan dugaan tindak pidana korupsi di SMPN 18 Palembang tersebut secara tertulis.

“Setidak harus melampirkan bukti awal, supaya berproses. Namun harus lengkap, dan jika tidak lengkap semuanya akan diproses sesuai dengan prosedur,” ujarnya.

Sambungnya, dalam melengkapi berkas tersebut, penyidik memerlukan waktu minimal 14 hari. Dan jika tidak cukup bukti maka penyidikan akan di hentikan, sebaliknya jika ada bukti awal maka proses penyidikan akan di lanjutkan.

“Apabila cukup bukti maka akan segera di tindaklanjuti, karena semuanya berproses,” tutupnya