Kelas Inklusi di SDN 30

PALEMBANG,HS –Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang berencana memperluas lokasi jangkauan Pendidikan Inklusi atau Anak Berkebutuhan Inklusi (ABK).

Seperti di Sekolah Dasar (SD) Negeri 30 Palembang yang terletak di Jl Sungai Tawar Kelurahan 29 Ilir kecamatan IB II Palembang.
Peluasan pendidikan Inklusi di SD tersebut mengingat sekolah ini sudah lama menerapakn pendidikan inklusi, Disdik kota Palembang sedang melakukan proses Surat Keputusan (SK) untuk dijadikan pilot project dan sekaligus sebagai ketua pembina khusus pendidikan inklusi SD Negeri di kota Palembang.
Kepala SDN 30 Palembang Nuraini mengatakan untuk saat ini pihaknya belum mendapat kabar yang pasti kalu sekolah akan dijadikan sebagai pilot project di kota Palembang untuk pendidikan inklusi keligus sebagai ketua pembina yang dikhususkan untuk melatih para guru di pendidikan inklusi SD Negeri

Ditambahkannya, untuk ruang belajar atau kelas siwa di SDN 30 Palembang belum mencukupi, makanya kita masih mengadakan masuk double shift (masuk jam siang),” jelasnya.
“Dalam penerapan pendidikan inklusi bagi siswa yang jelas guru tersebut harus ikhlas. Sebab dalam menjadi guru Inklusi ini, bukan mengajar seperti guru pada umumnya, mereka harus bisa mengenali karakter si anak, diantaranya berbagai macam karakter anak inklusi seperti ada ssiwa yang gagu, hyper aktif, autis dan tuna rungu. Pada intinya semua anak yang seperti itu bisa tumbuh pintar dan berkembang, jika peran para guru bisa menguasai keadaan di kelas.

“Alhamdulilah anak-anak inklusi kita, yang bersekolah di SMPN 13 Palembang rata-rata mendapatkan juara umum dan juara kelas. Sudah pastinya prestasi mereka menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, total siswa ABK sekarang yang ada di SDN 30 Palembang, dimulai dari kelas 1 hingga kelas 6 berjumlah 100 siswa. Pihaknya bersyukur mereka kebanyakan lulusan dari sini, sudah banyak perubahan baik dari kepribadian hingga sikap berfikirnya.

“Masalah rayon pendidikan inklusi sekarang ini ada di SMPN 13, SMPN 18 dan juga di SMPN 14 Palembang.
Makanya untuk memperluas pendidikan inklusi, Disdik berupaya menerapkan 1 kecamatan harus memiliki satu pendidikan, kalau bisa semua SD Negeri harus memiliki pendidikan tersebut,” tukasnya.
Sementara itu, saat dijumpai usai melauching dan sekaligus peresmian gedung baru SD, SMP dan SMA, Kadisdik kota Palembang H Ahmad Zulinto, S.Pd.MM mengatakan dalam kesempatan ini pihaknya akan melakukan peningkatan, seperti saat ini pendidikan inklusi yang sangat jarang diterapkan oleh sekolah.

“Oleh karena itu, kita berencana mengusulkan SDN 30 dan juga beberapa SMP Negeri kota Palembang, sebagai pembina di sekolah kota Palembang. Untuk sekarang pihaknya sedang mengusulkan proses Surat Keputusan (SK) tentang perencanaan dalam memperluas Inklusi dan juga tim ketua pembina inklusi,” pungkasnya (HSN)