Kepala-BBPJN-Wilayah-III-Thomas-Setiabudi-Aden

Kepala BBPJN Wilayah III, Thomas Setiabudi Aden saat paparan dihadapan Media (*)

PALEMBANG – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) III menargetkan dua proyek jembatan layang di Kota Palembang dapat selesai pada Maret 2018 atau sebelum Asian Games untuk memperlancar lalu lintas kendaraan di kota metropolis itu.

Kedua proyek yang dimaksud adalah jembatan layang (fly over) Simpang Bandara–Tanjung Api-Api (TAA) dan fly over Keramasan.

Kepala BBPJN III Thomas Setiabudi Aden mengatakan infrastruktur itu diperlukan karena kedua kawasan itu merupakan titik persimpangan kritis yang bisa menyebabkan kemacetan tinggi.

“Kami hitung ada empat titik persimpangan kritis di dalam kota, termasuk dua lokasi jalan yang akan kami bangun fly over,” katanya di sela-sela acara penandatanganan kontrak bersama paket pembangunan fly over Keramasan dan Simpang Bandara–TAA, Jumat (29/7/2016).

Dia mengatakan pihaknya memprioritaskan kedua jembatan layang itu dahulu, pasalnya BBPJN III ingin mengarahkan kendaraan bermuatan berat, seperti truk yang berasal dari provinsi tetangga, yakni Jambi tidak lagi melintasi jalanan di dalam kota.

“Kami ingin lalu lintas yang berat-berat itu tidak lewat Palembang lagi, setelah ini baru nanti kami bangun dua fly over lagi yang di dalam kota,” katanya.

Rencananya, dua jembatan layang yang sudah masuk dalam rencana pembangunan BBPJN III, yakni Simpang Charitas dan Simpang Sekip.

“Kami ingin mengurangi sebanyak mungkin persimpangan sebidang karena volume lalu lintas di Palembang sudah bertumbuh dengan begitu pesat,” katanya.

Adapun nilai kontrak untuk kedua proyek jembatan layang itu mencapai Rp380,35 miliar yang mana jembatan lahan Simpang Bandara–TAA senilai Rp159,51 miliar dan flyover Keramasan senilai Rp220,84 miliar dengan masa pelaksanaan sekitar 1 tahun 6 bulan.

Dia melanjutkan fly over Simpang Bandara memiliki panjang 460,74 meter sementara flyover Keramasan sepanjang 650 meter.

BBPJN III telah menggandeng PT Eskapindo Matra sebagai konsultan supervisi, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor pelaksana proyek Keramasan dan PT Modern Widya Technical untuk fly over Simpang Bandara.

Sementara untuk konsultan perencana, kata Thomas, pihaknya menggandeng PT Anugerah Kridapradana untuk kedua proyek tersebut.

Thomas memaparkan seharusnya penandatanganan paket kontrak untuk proyek tersebut dilakukan pada Maret 2016, namun karena terdapat masalah administrasi pelaksanaannya baru dilakukan kemarin (29/7).

Namun, demikian pihaknya memastikan bisa mengatasi keterlambatan itu dan tidak menganggu jadwal penyelesaian yang telah disusun.

“Mengganggu sih iya tapi bisa kami atasi, masalahnya di administrasi saja, kalau lelang cepat. Mudah-mudahan tetap ,” ujarnya.