PALEMBANG,HS – Sempat gegerkan warga Ogan Ilir atas penemuan mayat perempuan terbakar diatas spring bed beberapa waktu lalu, kini sudah terungkap mayat tersebut Inah Antimurti (20) yang ditemukan hangus terbakar di tengah sawah kawasan Dusun IV SP 2, Desa Sungai Rambutan Minggu (20/1/2019).
Peristiwa bermula saat korban Inah yang merupakan warga Dusun II Desa Pedataran, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, mendatangi rumah kontrakan tersangka Asri setelah ditelepon di Dusun I Desa Talang Taling Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (19/1) sekitar pukul 21.00.
Kedatangan Inah disambut Asri dan 4 tersangka lain yakni Abdul Malik alias Tete (22), Feri (30), FB (16) dan DP alias Yoga (16). Para tersangka yang tengah berpesta sabu di rumah kontrakan tersebut menyuruh Inah bergabung.
Di tengah pesta sabu, Asri menagih utang kepada korban Inah sebesar Rp1,5 juta. Namun korban meminta tengat waktu lebih lama. Karena tidak bisa membayar, Asri membujuk korban untuk melunasi utangnya dengan berhubungan badan.
Inah menolak, kemudian dipaksa oleh Asri dan dibawa ke ranjang kasur. Saat hendak diperkosa, korban meronta. Asri kemudian meminta tolong kepada tersangka lain untuk memegangi korban yang memberontak.
Namun korban terus berupaya melepaskan diri dari kepungan lima tersangka. Asri pun kemudian mengambil batang kayu besar dan memukulkannya ke arah kepala korban dan menjeratnya menggunakan kawat.
Karena dibawah pengaruh narkotika, para tersangka tidak sadar bahwa korban sudah tewas. Dalam keadaan tewas, korban diperkosa oleh tersangka Asri dan tersangka Tete. Sementara tersangka lainnya hanya menyaksikan aksi pemerkosaan tersebut.
Setelah melampiaskan nafsu birahinya, tersangka Asri menyuruh tersangka Yoga untuk membeli minyak tanah. Sementara tersangka lainnya diinstruksikan untuk memasukkan jenazah korban ke dalam karung, dan mengangkut jenazah ke atas mobil pick up milik Asri berikut ranjang yang digunakan saat memperkosa korban.
Para tersangka kemudian berkendara sejauh 20 kilometer untuk membuang jenazah korban. Untuk menghilangkan jejak kejahatan mereka, para tersangka kemudian membakar jenazah korban berikut ranjangnya dan kemudian meninggalkan lokasi kejadian.
Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara berujar, penangkapan para tersangka bermula dari penemuan sepeda motor Honda Beat warna putih nopol BG3262KAI milik korban yang dititipkan oleh tersangka FB kepada salah seorang warga Gelumbang.
“Dari penemuan motor itu, anggota menelusuri jejak FB. Setelah FB ditangkap, baru tersangka lain bisa ditangkap. Sementara satu tersangka lain yang merupakan otak pembunuhan, Asri keburu melarikan diri,” ujar Kapolda saat ungkap kasus di RS Bhayangkara Palembang, Rabu (23/1/2019).
Kapolda berujar, para tersangka dipengaruhi narkotika saat melakukan aksinya sehingga pembunuhan yang dilakukan terlampau keji hingga korban dibakar.
“Mereka bakar korban yang sudah meninggal itu untuk menghilanhkan jejak dan bukti. Namun berkat kesigapan para anggota kasus ini bisa diungkap hanya tiga hari,” katanya
Dirinya pun mengimbau kepada tersangka Asri untuk menyerahkan diri sebelum ditindak tegas oleh polisi. Kapolda menginstruksikan agar tersangka ditindak tegas apabila terus melarikan diri dan melawan saat hendak diringkus.
” Saya mengimbau tersangka asri segera menyerahkan diri, sebelum ditindak tegas,” tutupnya