Kondisi rumah warga yang mengalami banjir. Insert: Bangunan trotoar yang dituding sebagai penyebab banjir.

PALI, HS – Walau hujan baru berlangsung sekitar 30 menit, sejumlah rumah warga yang berada di seputaran Telkom, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, telah kebanjiran.

Seperti terpantau Minggu (12/2), tampak rumah warga kawasan padat penduduk tersebut sudah kemasukan air, Bahkan, ada juga rumah yang sudah tergenang air setinggi lutut kaki orang dewasa. Warga menduga, penyebabnya adanya bangunan trotoar yang yang menyebabkan air cepat naik dan mengurangi daya serap air ke dalam tanah.

Kondisi tersebut sangat dikeluhkan warga setempat. Seperti yang disampaikan Erik (27) warga setempat.

“Sebelumnya tidak pernah mas banjir di daerah ini. Namun, pas sudah dibangun trotoar itu justru malah jadi cepet banjir cak ini. Padahal hujan baru setengah jam mas. Coba liat aja mas, ada yang masuk ke rumah,” tuturnya seraya menunjukkan salah satu rumah yang sudah tergenang air di dalam rumahnya, Minggu (12/2).

Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten PALI bisa memberikan solusi. Karena, menurutnya jika dibiarkan terus seperti ini warga yang merasa dirugikan.

“Jadi was-was kami sekarang mas kalau hujan. Karena takutnya, ketika hujan deras ternyata kami sudah tidur di atas air. Untuk itu, kami berharap pemerintah jangan tutup mata. Dan meminta pihak pemborong yang mengerjakan trotoar agar memperbaiki jangan sampai ketika kita ingin menyelesaikan masalah malah timbul masalah,” pungkasnya.

Sementara itu, Edi warga Pendopo menilai pembuatan bangunan trotoar itu tidak ideal.

“Wajar bae kalau disano (Telkom, red) banjir. Rancangan trotoarnya tidak ideal. Bangunan trotoar tinggi, namun lubang untuk air sangat kecil. Jadi daya serap air tidak maksimal. Apalagi wilayah Telkom rendah, jadi air dari kawasan Simpang Lima dan Talang Ubi Pendopo kembali ke sana,” tuturnya. (MAN)