Lomba MTQ Korpri di Muaraenim yang dianggap sekda sepi peminat.

Pembukaan MTQ Korpri di Muaraenim yang dianggap sekda sepi peminat.

MUARAENIM, HS – Sekretaris Daerah (Sekda) Muaraenim, Ir H  Hasanudin tidak dapat menyembunyikan rasa kekecewaannya saat membuka MTQ Korpri ke-45 di gedung Dharma Wanita, Kabupaten Muaraenim, Jumat (28/10)

Pasalnya dari  9.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di lingkungan Pemkab Muaraenim, hanya segelintir  PNS yang mau ikut berpatisipasi dalam syiar agama Islam tersebut.

“Saya prihatin dan cukup kaget, sebab dari 9 ribu PNS di Kabupaten Muaraenim, hanya 44 orang PNS saja  yang  hanya saja yang ikut lomba MTQ Korpri,” tegasnya.

Minimnya peserta ini, akan menjadi catatan bagi Hasanudin. “Ini bisa menjadi evaluasi dan pelajaran ke depan,” katanya.

Menurut Hasanudin, di era globalisasi ini, salah satu benteng untuk diri adalah mendekatkan diri dengan sang pencipta.

“Untuk kita maupun anak cucu kita, bekal dan pengetahuan agama yang harus ditanamkan sejak dini. Kalau dahulu, di desa-desa jika anaknya tidak mengaji maka orangtuanya sangat malu dan menjadi gunjingan masyarakat,” ungkapnya.

“Namun di era serba digital ada pergeseran nilai budaya yang baik yang telah ditanamkan pendahulu. Jika diajak ke hal-hal keduniawian itu sangat banyak sekali peminatnya. Sebagai contoh seperti saat ini, ketika diajak untuk ikut lomab MTQ dan Ceramah, pesertanya sedikit sekali, coba diajak lomba menyanyi itu peminatnya ramai sekali,” jelasnya.

Sekretaris Korpri dan juga Ketua Panitia Musbaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Drs Taufik, menjelaskan pada MTQ Korpri Muaraenim tahun ini cabang yang diperlombakan adalah Musyabaqoh Tilawatil Qur’an putra dan putri serta Musyabaqoh Da’i (ceramah).

“Peserta yang ikut sebanyak 44 orang yang terdiri dari peserta cabang tilawah 32 orang yakni, putri 18 orang dan putra 14 orang. Sedangkan peserta cabang da’i atau ceramah sebanyak 12 orang,” jelasnya. (EDW)