PALEMBANG,HS-Mengingat jumlah soal UNKP disetiap amplop naskah soal yang telah dikirimkan sudah dilebihkan satu lembar setiap maple, oleh sebab itu Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) menghimbau agar sekolah tidak memperbanyak soal ujian nasional kertas dan pensil (UNKP) 2017 dengan cara di fotokopi.

“Jika terjadi kekurangan ataupun rusak maka pihak sekolah atapun panitia UN bisa menggunakan soal cadangan yang tersedia,”tegas Kepala Disdik Provinsi Sumsel Drs. Widodo, M.Pd

“Setiap amplop sudah dilebihkan satu soal, sedangkan jumlah amplop di setiap sekolah bisa mencapai enam amplop. Jadi kita kira persediaan jumlah soal UNKP sudah memadai dan sekolah tidak perlu fotokopi soal lagi,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Menurut Widodo, jika salah satu lokal ujian mengalami kekurangan soal karena rusak ataupun sejenisnya maka sekolah ataupun panitia bisa mengambil persediaan soal yang ada. Jika masih kekurangan bisa mengambil persediaan soal UNKP dari amplop di kelas lainnya.

“Tetapi kalau memang terjadi kekurangan yang banyak ataupun persediaan satu soal dalam amplop di sekolah tersebut masih kurang maka pihak sekolah diminta segera melapor ke rayon masing-masing. Nanti akan diberi solusi secepatnya,” ucapnya.

Ditambahkan Widodo, untuk Lembar Jawaban Komputer (LJK) sekolah dilarang memperbanyak atau fotokopi karena sudah standar dari pemerintah pusat. Dijelaskannya, pada LJK ada kode tertentu yang menjadikan LJK bisa diproses pada tahapan scanning. “Apapun alasannya, kalau LJK tidak bis di fotokopi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia UN Disdik Sumsel 2017, Bonny Syafrian mengatakan, sejumlah soal sudah dikirim dari pergudangan Sky park Palembang pada 30 Maret (kemarin) menuju 17 kabupaten/kota di Sumsel. Pihaknya memperkirakan soal UNKP akan sampai setelah menempuh perjalanan satu hari satu malam. “Soal ini akan disimpan di setiap pos kabupaten/kota masing-masing sampai menjelang pelaksanaan UNKP dilakukan pada 3-6 April dengan penjagaan yang ketat,” ucapnya.(HSN)
.

.