Siswa SDN 197 Palembang sedang menaikkan bendera merah putih

PALEMBANG,HS – Sesuai arahan Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang mewajibkan seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta untuk menggelar upacara bendera setiap hari Senin. Bagi sekolah yang melanggar aturan tersebut, Kemendikbud akan memberikan sanksi. Untuk melaksanakan kegiatan upacara tersebut, ada beberapa Sekolah Dasar (SD) Negeri di kota Palembang belum memenuhi sarana/prasarana seperti halaman upacara, salah satunya SDN 197 Palembang seluruh siswa/i tidak bisa melakukan upacara setiap Senin. Pasalnya SDN 197 Palembang belum memiliki halaman khusus untuk upacara. Tidak hanya itu saja, akses jalanan menuju sekolah disana pun sangat sempit dengan berukuran kurang lebih 1 meter.

Kepala Disdik kota Palembang H. Ahmad Zulinto, S.Pd.M.M melalui Kabid SD Disdik kota Palembang Bahrin, S.Pd mengatakan pihaknya sudah mendapatkan himbauan dari Kepala Disdik, agar melakukan kegiatan upacara di sekolah masing-masing. “Upacara ini juga berguna bagi pengetahuan siswa akan makna sejarah kemerdekaan Indonesia, diharapkan melalui upacara setiap hari Senin, siswa dapat memahami akan perjuangan para leluhur, yang yang rela berkorban demi perjuangan kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Mengenai ada beberapa sekolah yang belum bisa melaksanakan upacara, pihaknya terus berkoordinasi kepada pihak bidang sarana/prasarana agar segera diberikan sebuah lapangan khusus. Sehingga kegiatan upacara setiap Senin dapat terlaksana. “Kita akui ada beberapa SDN ditempatnya belum bisa upacara, karena akses menuju sekolah saja, sudah tidak muat. Apalagi mau upacara di sekolah,” jelasnya.

Meskipun ada beberapa sekolah yang tidak memiliki lapangan untuk melakukan upacara, tapi hal tersebut jangan dijadikan masalah serius. Sebab, pihak sekolah bisa memanfaatkan berbagai lokasi lainnya sebagai pilihan alternatif untuk menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi pelaksanaan. “Jika ada sekolah yang tidak memiliki lapangan, maka bisa melakukan upacara di dalam ruang kelas, ataupun memakai halaman di sekitar sekolah tersebut,” tuturnya.

Dari data yang didapat ada beberapa SDN sudah dibangun halaman sekolah, yakni di SDN 3 Palembang yang dimana dulu SD tersebut belum memiliki halaman upacara, dan akhirnya tahun 2016 mereka bisa mendapatkan bantuan berupa halaman upacara dan beberapa kelas baru. “Kita harapkan SDN yang lain bisa bersabar, dan terus melakukan pengajuan. Sehingga kita bisa melakukan pendataan mana sekolah yang wajib di prioritaskan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SDN 197 Palembang Erma Noni mengatakan sejak dulu dari pengalaman kepala sekolah sebelumnya, para siswa disini jarang melakukan aktivitas upacara. Malahan upacara dilakukan saat 17 Agustus saja, itu pun mereka harus berdesak-desakan karena tempatnya tidak muat untuk jumlah siswa. “Sampai saat ini, pihaknya belum mendapatkan realisasi akan pembangunan halaman di sekolahnya. Padahal pihak kepala sekolah yang sebelumnya sudah banyak mengajukan, tapi belum ada informasi kapan pembangunan ini segera di lakukan,” katanya.

Berhubung dirinya masih baru menjabat kepala SDN 197 Palembang, pihaknya berharap kedepan dan terus berusaha agar sekolahnya mendapatkan bantuan baik ruang kelas baru maupun halaman sekolah. “Ya, kita sekarang sedang berbenah untuk mengajukan proposal ke Disdik, sebab data yang lama nama masih memakai nama SDN 223 dan sekarang sudah berubah menjadi SDN 197, makanya sekarang pihaknya akan terus melakukan pengajuan terus ke pihak Disdik kota Palembang,” pungkasnya (HSN)