img_9331

Pameran Fashion Hijab dan Accessoris ini menampilkan berbagai fashion muslim hasil karya dari puluhan pelaku usaha yang bergerak di fashion muslim

PALEMBANG, HS  Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Mukti Sulaiman bersama Ketua TP-PKK Provinsi Sumsel Hj. Eliza Alex dan Sekretaris Jenderal Kementrian Perindustian dan Perdagangan RI  Sri Agustina SE, MM secara resmi membuka pameran Mall to Mall 2016, Tematik Fashion Hijab dan Accessoris di Atrium Palembang Icon Mall, Kamis (3/11).

Pameran Fashion Hijab dan Accessoris ini menampilkan berbagai fashion muslim hasil karya dari puluhan pelaku usaha yang bergerak di fashion muslim. Kegiatan ini merupakan kerjasama dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Kementrian Perindustrian dan Perdagangan RI, berlangsung 3 sampai 7 November 2016.

Hadir dalam pembukaan ini Direktur Pembangunan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Kemendag, Noviani Vrisviantali SE, MM, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel Ir. Permana.

Sekjen Kemendag RI Sri Agustina mengatakan, Indonesia sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim merupakan pangsa pasar yang sangat potensial bagi industri busana muslim, hijab dan accessoriesnya baik produk lokal maupun impor.

Menurutnya, Kurangnya animo masyarakat ini dapat mengancam kelestarian tenun daerah. Inilah yang menjadi tugas bagi para desainer lokal, untuk bekerja keras melestarikan budaya yang telah diwariskan leluhur.

“Tema Fashion Hijab dan Accessoris ini diambil karena kita ingin membangun suatu fashion khas indonesia yang saat ini mulai diminati oleh berbagai negara di belahan Barat, saat ini ada 2500 pelaku usahanya bergerak di Fashion Muslim, tentu ini menjadi potensi yang sangat baik,” ungkapnya.

Sekda Provinsi Sumsel Mukti Sulaiman mengatakan, pameran Mall to Mall 2016 merupakan ajang untuk  menghasilkan karya dan menampilkan para desainer yang kreatif khususnya busana muslim, hijab dan accessoriesnya. Desainer yang kreatif dan karya-karyanya dapat membuat industri fashion semakin maju.

“Kegiatan ini adalah ajang uji daya saing industri tematik fashion dalam  melestarikan corak dan ciri khas daerah,” terangnya.

Menurut Mukti Sulaiman, keberadaan pameran Mall to Mall 2016 dapat membangkitkan gairah pecinta mode untuk lebih banyak berkreasi dengan busana berbahan etnik serta dapat menjadi ruang bagi para penggiat seni sepertinya untuk berkreasi melalui kesempatan memamerkan berbagai jenis fashion dan produk lainnya berupa souvenir serta benda-benda seni lainnya.

“Ajang ini dapat membangkitkan fanatisme dan kecintaan warga dalam mengenakan busana muslim bermotif daerah asalnya,” ujar Mukti Sulaiman.

Diiungkapkan Mukti Sulaiman, kegiatan ini sebagai wujud untuk menjadikan mode sebagai industri sejati yang kapabel menembus pasar.

Di dalamnya, kata Mukti Sulaiman, terjadi sinergi antara para desainer untuk membuktikan kreatifitas, para media yang mewartakannya, serta para buyers yang akan menimbang apakah karya-karya yang ditampilkan memiliki potensi untuk menarik hati konsumennya.
Hadirin yang saya hormati,

“Saya berharap Pameran Mall to Mall bukan hanya dilihat sebagai sebuah pertunjukkan yang dinikmati banyak orang, tetapi merupakan sarana marketing yang luar biasa dan dinilai bisa menjadi penggerak fashion lokal,” katanya. (UDI)