jemi-2-gin-kalimantan-2016

Jemi Delvian saat tampil di kegiatan Global Issues Network (GIN) Conferences Kalimantan 2016 yang digelar di Tangkiling, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sabtu malam,(17/09).

PALANGKARAYA,HS – Jemi Delvian vokalis hutan tropis asal sumatera selatan tampil di hadapan 200-an pemuda dari berbagai negara di lokasi kegiatan Global Issues Network (GIN) Conferences Kalimantan 2016 yang digelar di Tangkiling, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sabtu  malam,(17/09).

Jemi membawakan tiga lagu yang liriknya ditulis penyair T. Wijaya, seorang  jurnalis Mongabay Indonesia

Dia membuka penampilan dengan lagu “Balada Bujang Gambut”. Selama menyajikan lagu ini diputar film documenter mengenai kondisi gambut di Kalimantan Tengah produksi INFIS (Indonesia Nature Film Society).

Lagu kedua Jemi membawakan “Rain Forest”. Sejumlah pemuda exptariat seperti dari Australia, Singapura dan Thailand turut menyanyikan lagu dalam Bahasa Inggris ini, terutama pada reff lagu yang cukup komunikatif ini.

Penampilan kian bertambah akrab, saat Jemi meminta para penonton menghapalkan senandung “Menunduklah, bersujudlah” sebelum menyanyikan lagu “Bumi Bukan Hanya Hari Ini”. Dan benar, semua penonton bernyanyi bersama saat bait itu disenandungkan.

Sebagai vokalis  kelompok musik peduli lingkungan hidup asal Palembang. Dia diundang dan tampil dalam Global Issues Network (GIN) Conferences Kalimantan 2016 yang digelar di Tangkiling, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 16-18 September 2016.

Selain Jemi, musisi yang hadir dalam kegiatan ini Robi Navicula yang menjadi langganan dalam kegiatan GIN sebelumnya, GIN Bali pada 2013 dan 2015.

“Saya di Kalimantan Tengah ini selain berdiskusi, perform, juga menjadi fasilitator dalam workshop musik bagi pelajar,saya sangat bangga dan senang hadir dalam kegiatan ini. Kehadiran saya di acara ini atas tawaran dari Mongabay Indonesia yang menjadi mitra Borneo Nature Foundation yang menjadi penyelenggara kegiatan ini,” ujarnya.

Hutan Tropis Band, merupakan kelompok musik peduli lingkungan hidup, yang mendapat dukungan dari Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Mongabay Indonesia. Beberapa kali kelompok musik ini melakukan workshop musik lingkungan di sejumlah sekolah di Sumatera Selatan, serta tampil dalam kegiatan lingkungan hidup di Sumsel dan Jakarta.

“Kami sangat bangga dengan Hutan Tropis Band. Ini seniman yang kreatif dan pertama di Sumsel yang mengusung isu lingkungan hidup. Mereka mampu menerjemahkan isu lingkungan hidup secara cerdas dalam karya musik. Gubernur Sumsel Alex Noerdin sangat mendukung kegiatan mereka. Insyaallah dalam waktu dekat mereka akan melakukan rekaman dengan Gubernur (Alex Noerdin),” kata Dr. Najib Asmani, koordinator Tim Restorasi Gambut (TRG) Sumsel dan Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim.

GIN Kalimantan 2016 ini sendiri bertajuk “Membawa Pendidikan Global ke Inti Masalah  –  Pengalaman Tiga Hari Penuh Interaksi dan Dinamika”.

Tujuannya para peserta konferensi ini akan belajar dari para pemikir inovatif dan pemimpin pemuda dalam bidang isu global, seni dan komunitas lingkungan berkelanjutan.

Disini para siswa akan didorong untuk memberikan tanggapan terhadap tantangan dunia, seperti persoalan kemisikinan dan hak-hak atas tanah, satwa dan azasi manusia, bersama para aktivis pemuda, musisi dan seniman. (SNI)

Sumber : sriwijayapeat