PALEMBANG,HS – Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang Herman Wijaya melakukan pembinaan kepada guru SMPN 4 Palembang, Selasa (22/1/2019). 
Pembinaan dilakukan karena ada beberapa oknum  guru di SMPN 4 yang sering melakukan kegaduhan  baik di dalam ruang lingkup sekolah maupun luar sekolah. 
Kabid SMP Diknas Kota Palembang Herman Wijaya mengatakan,  ada beberapa oknum guru disini yang  melapor ke luar lingkungan sekolah. 
“Guru disini,   berjumlah  70 orang.  Setelah kita rapat, sebenarnya tidak ada masalah berarti.  Hanya dua orang itu yang menyatakan ada masalah disini,  sehingga langsung melaporke DPRD Palembang,  melapor ke ombudsman,” katanya saat diwawancarai di Ruang Rapat Kepala SMPN 4. 
Masalah yang dipersoalkan oleh dua oknum tersebut, lanjut Herman,  hanyalah masalah jam pelajaran. Tapi kok sampai ke mana-mana. 
“Masalah jam pelajaran itu kan wewenang kepala sekolah. Nah ini masalahnya guru yang jamnya kurang lapor ke mana-mana keluar dari lingkungan sekolah.  Masalah ini, tidak usah dilaporkan ke DPRD dan Ombudsman,” ujarnya
“Untuk menyelesaikan masalah cukup yang bersangkutan menemui Kepala Sekolah, meminta solusi minta tambah jam selesaikan dengan secara kekeluargaan. Jangan membuat kegaduhan,  melapor  ke Ombudsman. Belum apa-apa sudah lapor ke mano lapor kemana-mana minta keadilan,” tambahnya
Menurutnya, seharusnya yang dipublikasikan adalah prestasi siswa. 
“Kita tahu kemarin kan ada anak-anak malah berprestasi di SMP Negeri 4 ini yang juara grestrek tingkat nasional,” pungkasnya
“Kita harap guru disini disiplin. Hadir tepat waktu,  apalagi bulan Februari tanggal 1 sudah ada absensi finger print,   sudah bisa link ke BKD Kota. Kehadiran guru untuk ngajar pagi tuh 6.40 WIB sesuai dengan program,  dari Kepala Dinas Pendidikan sudah membuat edarab bahwa masuk sekolah di Palembang ini jam 06.40 WIB   karena ada pelajaran 20 menit untuk pelajaran mengaji dan ini merupakan implementasi dari kurikulum 13.  Dengan adanya pelajaran Agama dengan belajar mengaji mudah-mudahan karakter anak itu akan menjadi lebih baik lagi,” katanya. 
Dalam kesempatan ini, Herman menghimbau agar guru mengerjakan kewajibannya. “Bekerja akan lebih aman kalau kita mendahulukan kewajiban terlebih dahulu.  Kita sebagai guru jalankan kewajiban kita,  jangan banyak menuntut hak.  Kalau kewajiban belum terpenuhi,” tutupnya