MUARAENIM, HS – Demi menghindari kecelakan serta menjaga keselamatan para pengguna jalan di Perlintasan Kereta Api (KA), harusnya dibangun pos penjagaan dan palang pintu permanen. Namun sayangnya, tak semua perlintasan kereta api yang berada dalam kota Muaraenim memiliki pos penjagaan secara permanen.

Setidaknya, ada 6 titik pos perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang telah cukup sering menelan korban jiwa.

Pemkab Muarenim telah cukup lama berjuang meminta manajemen PT KAI, agar bersedia membangun pos pintu palang pintu kereta diperlintasan tersebut. Namun manajemen PT KAI, baru bisa merealisasikan pembangunan pos penjagaan di dua titik.

Kedua titik pos penjagaan yang dibangun tersebut, yakni di perlintasan kereta api dekat SMAN 1 Muaraenim, Kelurahan Pasar I Pelitasari dan perlintasan kereta api Jalan AK Gani, dekat rumah dinas Wakil Bupati.

“Untuk sementara baru 2 titik dulu yang dibangun pos penjagaan. Selain di perlintasan dekat SMA 1, juga di Jalan AK Gani,” jelas seorang pengawas pembangunan pos tersebut, Rabu (31/8).

Menurut pengawas tersebut, pembangunan pos dilakukan oleh manajemen PT KAI. Setelah pos selesai dibangun, akan diserahkan ke Pemkab Muaraenim untuk mengelolanya.

“Setelah pos ini selesai dibangun diserahkan ke Pemkab Muaraenim,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Muaraenim, Firdaus, membenarkan adanya pembangunan pos penjagaan di dua perlintasan kereta api di wilayah Muaraenim .

Menurutnya, pos yang akan dibangun seluruhnya ada 6 titik yang tersebar di dalam kota Muaraenim. Namun pembangunannya dilakukan secara bertahap dan untuk tahap awal ini dibangun dua titik dulu.

“Dua pos yang dibangun, nanti akan dijaga dinas perhubungan secara bergantian dalam 24 jam,” ungkap Firdaus. (EDW)