Foto (Ist)

PALEMBANG,HS –  Banjir menjadi masalah serius yang kini terjadi di Kota Palembang. Tidak hanya mengganggu pemukiman warga, banjir juga mengganggu pelayanan kesehatan yang ada di kota pempek ini.
Seperti yang disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum Pusat Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Mohammad Syahril, yang mengadukan keluhan ke Walikota, terkait banjir yang melanda kawasan rumah sakit, setiap kali hujan datang.
“Setiap kali hujan, RSMH pasti banjir bahkan masuk kedalam area RS,” ungkapnya usai bertemu dengan Walikota di kediaman dinas Walikota di jalan Tasik, Senin (25/3/19).
Syahril mengatakan, setiap kali hujan, RSMH yang terletak di jalan Jendral Sudirman tersebut, tidak luput dari banjir. Ternyata, saat ditelusuri penyebab banjir terjadi karena ada penyempitan saluran yang membuat air dari Sudirman dan Pengadilan Tinggi Agama terhambat.
“Air ini dari Sudirman, dan Pengadilan Tinggi. Karena ada penyempitan, jadinya air tidak bisa mengalir ke Sungai Bendung. Itulah kami datang dan meminta bantuan Pemkot untuk memperbaiki saluran air tersebut,” jelasnya.
Kejadian tersebut, ungkap Syahril sudah lama terjadi dan pernah disampaikan. Dan hari ini dibantu Camat Kemuning, pihaknya menemui Walikota untuk meminta bantuan terkait persoalan ini.
“Kalau banjirnya diluar kami tidak masalah, ini banjirnya sampai masuk. Alhamdulillah hari ini dibantu pak Camat kita berharap agar saluran yang mengganggu debit air dapat diperbaiki,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Syahril juga berharap agar kolam retensi dapat segera di fugsikan untuk warga disekitar lingkungan RSMH Palembang.
“Sekarang sudah bagus, dan ini yang bangun Pemkot tanahnya dari kami. Selain kami meminta Walikota menindaklanjuti banjir, kamu juga meminta agar kolam rentensi segera dioperasionalkan,” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kota Palembang, Ahmad Bastari menyampaikan, persoalan banjir yang terjadi di RSMH karena memang ada hambatan di belakang Dinkes (Dinas Kesehatan) Provinsi Sumsel.
“Banjir itu karena salurannya kecil. Nanti kita akan sama-sama survey ke lapangan, jika memang nanti ada pagar atau rumah warga, maka akan kita bangun saluran di bawah, seperti pembuatan box culvert,” ungkapnya.
Bastari juga mengatakan, RSMH memang menjadi tempat berkumpulnya air dari Sudirman, SMAN 3, Pengadilan Agama. Akibat salurannya terus mengecil maka terjadi genangan.
“Mungkin 2020 baru kita kerjakan, karena butuh anggaran. Kalo sekarang kita bersih-bersihkan terlebih dahulu,” tandasnya. (Rill)