PALEMBANG,HS – Dinas Perdagangan Pemprov Sumsel mencatat jumlah kebutuhan pasokan gas LPG 3 kg setiap tahun meningkat. Rata-rata pertahun meningkat 10 hingga 15 persen dari realisasi.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan Permana, ketika ditemui diruang kerjannya Kamis (15/2),

“Ya, kalau melihat data jumlah kebutuhan gas LPG 3 kg itu meningkat setiap tahunnya dari realisasi,” ujarnya

Dia juga mengatakan, sejauh ini kebutuhan dan pasokan gas masih dapat dipenuhi oleh PT Pertamina dan Hiswana Migas. Karena-nya memang pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan kedua stakeholder terkait. “Kalau pun memang terjadi kekurangan segera dilakukan penambahan,” paparnya.

Lanjutnya, Disamping dilakukan berbagai inovasi untuk mengurangi permintaan gas bersubsidi. Cara-nya dengan me-luanching gas LPG 5,5 kg.

“Tabung gas 5,5 kg ini mengurangi permintaan LPG subsidi,” tuturnya

Dia juga mengakui, mengurangi permintaan (konsumsi gas LPG 3kg) harusnya kebutuhan konsumen di Kota Palembang  sudah dipenuhi dengan jaringan gas kota. Mengingat memang tabung bersubsidi berangsur dikurangi. Tidak lagi menggunakan tabung gas. Disamping memang gas ini lebih hemat, aman dan tepat sasaran.

“Nah, ini belum terlaksana. Hanya berapa persen masyarakat yang menikmati jaringan gas kota,” paparnya.

Sambungnya, Selain memang masih terjadi konsumsi gas 3 kg yang tidak tepat sasaran. Masih ada industri yang menggunakan tabung gas 3kg. Padahal, seharusnya mereka menggunakan tabung gas 12 kg.

“Untuk mengawasi itu perlu ada-nya pengawasan dari aparatur pedagangan,”urainya

Masih kata dia, PT Pertamina dan Hiswana Migas pun harus memperbanyak titik distrubis gas di kabupaten kota sehingga penjangkauan gas ini lebih mudah bagi masyarakat. Terutama daerah perairan seperti Ogan Ilir, Banyu Lincir dan daerah terpencil lainnya dan sulit akses.

Dia juga menambahkan, secara estimasi memang terjadi kekurangan pasokan gas bersubsidi di Sumsel dibandingkan jumlah permintan (kebutuhan) Jumlahnya memang signifikan.

“Sekitar 10 persen. Tapi ini memang ada gas yang tidak tepat sasaran,”tegasnya(MDN)