Inilah kondisi penjual bau bekas di bawah jembatan Ampera, Palembang

Inilah kondisi penjual bau bekas di Taman Jembatan Ampera, Palembang

PALEMBANG, HS – Pedagang baju bekas (BJ) yang setiap sorenya memadati kawasan bawah Jembatan Ampera, rencananya akan segera dipindahkan ke Blok A Pasar 16 Ilir. Rencana ini bermula dari inspeksi mendadak (sidak) Walikota Palembang Harnojoyo, beberapa hari lalu.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Palembang, Akhmad Mustain, dalam sidak itu, walikota mendapati banyak sampah di taman bawah Ampera yang menyebabkan kawasan tersebut nampak kotor.

“Diketahui, sampah-sampah itu berasal dari para pedagang BJ yang tiap hari berjualan di taman bawah Ampera. Sebagai solusi, walikota menginstruksikan agar pasar Blok A yang kotor dan kumuh di Pasar 16 Ilir itu dibersihkan untuk dijadikan tempat berdagang para pedagang BJ. Kenapa di sana, karena selama ini dinilai idak berfungsi maksimal. Daripada hanya jadi gudang saja, kan lebih baik untuk pedagang-pedagang itu,” ungkap Mustain, Selasa (18/10).

Namun, Mustain mengatakan, relokasi pedagang ini bukan berarti melegalkan kegiatan jual beli BJ tersebut. Ini hanya sebagai bentuk penataan di bawah Jembatan Ampera.

“Mereka berdagang di taman bawah Jembatan Ampera itu yang kami anggap ilegal, jadi perlu ditata untuk lokasi barunya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya, Asnawi P Ratu menerangkan, rencana ini merupakan bentuk penataan ruang publik dan pasar. Mengingat saat ini Pasar 16 tengah dilakukan penataan besar-besaran, mulai dari halaman parkir hingga lantai teratas.

“Pedagang bawah ampera kita tata kembali, masih akan diatur bentuk teknis lapak hamparan dagangannya. Ini sifatnya hanya penataan,” katanya.

Secara umum, lanjut Asnawi, penataan Pasar 16 memang sudah dilaksanakan. Contohnya, penataan manajemen lapak, dia memastikan setiap pemilik toko harus membayar sewa.

“Tidak ada lagi Hak Guna Bangunan (HGB), semua harus menyewa. Untuk pedagang BJ akan kita kaji dulu bagaimana baiknya. Relokasi para pedagang ini sendiri, secepatnya akan kita lakukan, paling tidak akhir bulan ini,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang BJ, Junaidi mengaku, senang dengan rencana relokasi pedagang BJ ke Pasar 16 Ilir. Ia menilai, rencana tersebut sangat baik, karena dilihat selama ini pasar Blok A memang tidak difungsikan, hanya menjadi tempat pembuangan sampah dan terkesan kumuh.

“Ya, di sana lebih baik jadi tempat berjualan. Kami selaku pedagang siap menjaga kebersihan daripada selama ini kami berjualan di bawah Ampera sering waswas takut ditertibkan,” katanya.(UDI)