12355PALEMBANG,HS – SMA Negeri 21 Palembang luput dari perhatian pemerintah, Meskipun tergolong sekolah perkotaan,. Hal ini terlihat dari minimanya sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah, khusus ruang kelas dan ruang guru. “Karena kurangnya ruang guru, pihak sekolah terpaksa harus memanfaakan bekas gudang dan laboratorium fisika sebagai pengganti,”ungkap Kepala SMAN 21 Palembang Drs. Zulkarnain, Rabu (23/11)

“Kedua ruangan guru ini terpisah satu sama lainnya, ruangan guru bekas gudang dimanfaatkan untuk guru honorer, sedangkan ruangan bekas laboratorium fisika dimanfaatkan untuk tuangan guru PNS,”terangnya.

Tak hanya ruangan guru lanjut Zulkarnain, ruangan belajar di SMA Negeri 21 Palembang ini juga sangat kurang. Dengan total siswa 987, seharusnya tuangan belajar yang dibutuhkan sebanyak 26 ruang belajar. Akan tetapi, saat ini hanya tersedia 13 ruangan kelas.

“Akibat kekurangan ruang belajar ini, pihak sekolah terpaksa menerapkan sistem double shift. Kami sudah mengajukan pembangunan kepada pemerintah pusat agar melakukan pembangunan di sekolah kami. Tampaknya ada angin segar, insya allah tahun 2017 akan mulai dibangun,” ujarnya.

Zulkarnain menceritakan, dengan adanya bantuan dari pemerintah, pihaknya akan memprioritaskan pembangunan ruangan belajar. “Luas tanah sekolah ini sekitar 2 ha, namun yang digunakan masih sedikit, jadi masih sangat memungkinkan untuk membangun ruangan kelas tanpa harus melakukan pembangunan bertingkat,” ujarnya.

Zulkarnain mengatakan, saat ini pihaknya terpaksa memaksimalkan fasilitas yang ada. “Karena ruangan laboratorium fisika digunakan untuk ruang guru, praktek fisika dialihkan ke ruangan lab biologi dan kimia. Kami mengharapkan agar pembangunan sekolah ini segera dilakukan, agar supaya siswa lebih maksimal dalam belajar sehingga mutu pendidikan di sekolah ini akan lebih baik lagi,” pungkasnya(Hsn).