PALEMBANG, HS – Setelah berhasil dinobatkan sebagai sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi, kini SMPN 3 Palembang sedang bersiap mengikuti seleksi adiwiyata ketingkat Nasional.

Hal ini terlihat seluruh anggota SMPN 3 Palembang, baik siswa, guru dan staf jajaran SMPN 3 Palembang sedang menata sekolahnya agar terlihat lebih baik.
Kepala SMPN 3 Palembang Ansori, mengatakan dalam upaya persiapan penilaian oleh Tim Adiwiyata Nasional yang akan dilakukan beberapa bulan kedepan, tim penilai adiwiyata sudah melakukan supervisi sebagai bentuk pembinaan.

“Hal tersebut dipimpin langsung Kepala tim adiwiyata lingkungan hidup,”ujarnya, Senin (20/2)
Dia mengungkapkan, bahwa program Sekolah Adiwiyata di SMPN 3 Palembang, merupakan visi untuk menjadi sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup, ini merupakan sebagai wujud menciptakan iklim pendidikan yang ramah lingkungan, bertanggungjawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Dia menyebutkan, untuk menuju adiwiyata tingkat nasional, Sekolah Adiwiyata dimulai dari seleksi tingkat Kabupaten, Provinsi terlebih dahulu.

“Setelah berpredikat Provinsi baru dapat ditingkatkan sebagai adiwiyata Nasional. Seperti yang sedang disiapkan SMPN 3 Palembang ini,” katanya.
Setelah dinobatkan sebagai adiwiyata tingkat Provinsi dari Gubernur Sumsel pada tanggal 17 Juli 2016 lalu. Sekarang pihaknya sedang mempersiapkan segala sesuatu, mulai dari rona lingkungan sekolah sampai kelengkapan administrasi soft dan hard copy guna mengikuti seleksi untuk menuju ke tingkat Provinsi.

“Secara teknis dan kelengkapan administrasi, SMPN 3 Palembang sudah siap, tapi ada beberapa rencana ungguloan dalam penilian sedang dibuatkan untuk menonjolkan Icon Provinsi Sumsel. Semoga saja SMPN 3 Palembang bisa meraih adiwiyata Nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua tim adiwiyata SMPN 3 Palembang Hj Susiah mengatakan sekarang ini SMPN 3 Palembang sedang merencanakan ingin membuat icon-icon tingkat provinsi Sumsel, baik di stadiun Jakabaring, bandara dan tempat-tempat icon lainnya.

“Kita juga tidak menonjolkan adiwiyata saja, tapi seluruh aspek penilaian tambahan adiwiyata pun kita sedang lakukan,” katanya.
Persiapan Adiwiyata tingkat Nasional ini tentunya harus siap 100 %, sebab pada 28 Maret bekas-berkas adiwyata sudah harus dikirimkan.

“Kita pun melibatkan seluruh aktivitas bagaimana menjaga dan meningkatan adiwiyata, tidak ketinggalan para siswa harus cerdas dan memiliki pengetahuan peduli akan lingkungan, kedepan masalah kesehatan dan penghijauan sekolah akan diperluas dengan sosialisasi dari tim adiwiyata,” ujarnya.
Oleh karena itu lanjutnya, sebaik mungkin pihak sekolah terus berusaha untuk bisa lolos adiwiyata tingkat Nasional ini, pihaknya akan memberlakukan dan meminta siswa harus melaksanakan aktivitas bersih setiap harinya.

“Sebelum masuk dan sesudah belajar siswa wajib harus membersihkan kelas masing-masing dan halaman, makanya kita memiliki siswa penggerak disiplin yang bertugas mencatat aktivitas seluruh siswa, sehingga kebersihan di sekolah dapat terjaga,” pungkasnya (HSN)