PALEMBANG,HS – Polemik taksi berbasis dalam jaringan (Daring) dengan konvensional terus berlanjut. Bahkan, semakin memanas sehingga pihak angkot harus walkout atau mengundurkan diri dari rapat koordinasi di Dishub Sumsel, Jumat (22/9/2017),

Ketua Paguyuban Sopir Angkot, Mauludin mengaku kecewa lantaran  pihak taksi online terus bertambah dan  bertindak seenaknya dengan ‘mengetem’ atau menunggu penumpang layaknya angkot.

Selain itu, Organda yang seharusnya mengayomi justru dakam permasalahan ini seolah tidaj bekerja atau ‘nganggur’ dan tidak ada tindakan untuk mendukung angkot.

“Karena itu, kami mengundurkan diri dari rapat karena percuma justru kami makin tersudut,” katanya

Menurutnya, awal mula taksi online itu adalah taksi konvensional. Dan tentunya harus dijaga meskipun seiring dengan perkembangan zaman. Selain itu, pihaknya juga selalu membayar izin seperti trayek dan lain sebagainya. Sedangkan, taksi online belum memiliki izin operasional.

“Seharusnya pemerintah berbuat tegas dengan menutup sementara taksi online sampai ada aturan dari pemerintah pusat,” tegasnya.

Pihaknya juga mengancam akan melakukan mogok massal sebagai bentuk kekecewaan kepada pemerintah. Dimana aksi ini akan lebih besar lagi dibandingkan sebelumnya. “Kami akan mogok dan melakukan aksi lagi jika tidak ada tindakan dari pemerintah,” singkatnya

Menanggapi hal tersebut ketua DPC Organda Palembang, Sunir Hadi membantah jika pihaknya tidak bekerja atau ‘nganggur’ bahkan pihaknya selama ini mendukung pergerakan dan menampung aspirasi para anggota atau sopir angkot di Sumsel.

Bahkan, pada rapat terakhir pihaknya mencatat aspirasi dari sopir angkot untuk menutup sementara aplikasi taksi online dan menyetop penambahan anggota taksi online.

“Kami berusaha juga untuk mendukung para anggota. Jadi kalau para sopir angkot bilang kami tidak bekerja itu salah,” singkatnya.

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel, Nelson mengatakan sejauh ini pihakbya hanya berada ditengah tanpa membela siapapun. Selain itu pihaknya juga berupaya agar taksi online dan konvensional ini dapat berdamai. Namun, pihak konvensional justru mengundurkan diri dari rapat ini.

“Jadi untuk sementara belum ada kesepakatan yang bisa diambil atas permasalahan ini,” katanya.

Terkait ancaman para sopir angkot untuk melakukan aksi besar, ia menambahkan secepat mungkin akan berkoordinasi dengan sopir angkot agar aksi ini tidak anarkis. Bahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil kembali pihak konvensional dam online untuk kesepakatan lagi.

“Pokoknya secepat mungkin akan dilakukan rapat lagi agar aksi ini tidak terjadi sehingga kondusi Palembang tetap aman,” pungkasnya. (MDN)