KAYUAGUNG-HS, Sopir Dumtruk merk Hino 500 yang sempat melarikan diri usai kejadian tragis lakalantas di Depan SMPN 2 Kayuagung yang menyebabkan pasangan suami istri, Burlian Bin Mat Lasim (45) yang mengalami luka lecet di bagian kepala (kening sebelah kiri) dan luka-luka di bagian kaki dan tangan serta menyebabkan Mardiah Binti Hasan (38) meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan kondisi kepala pecah dan otak terburai tersebut, kini sudah menyerahkan diri ke Polres OKI.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Humas PT. Rambang Agro Jaya, Ujang didampingi istrinya Rosida dan Kepala Keamanan dari PT Mahesa, Manto yang merupakan Subkontraktor PT Rambang Agro Jaya yang bergerak di bidang Perkebunan Sawit saat ikut melayat di rumah duka keluarga korban di RT 08 Kelurahan Kutaraya Kecamatan Kayuagung OKI.

Dijelaskan oleh Ujang dan Mahesa, Sopir Dumtruk merk HINO 500 itu bernama Saidi alias Kotel (40) asli dari Lampung dan sudah berkeluarga tersebut merupakan pegawai dari PT Mahesa yang merupakan Subkontraktor PT Rambang Agro Jaya yang bergerak di bidang Perkebunan Sawit.
Dumtruk tersebut mengangkut Ubi Kayu (Ubi Karet) dikarenakan di area Kebun Sawit tersebut ditanami Ubi Karet dan sekarang lagi panen.

Saat ini Saidi alias Kotel sudah menyerahkan diri ke Polres OKI.

“Kedatangan kami ke rumah korban ini sebagai bentuk tanggung jawab kami selaku pihak PT. Tadi kami sudah bincang-bincang dengan keluarga korban, kami tetap datang hingga ta’ziah ketiga malam dan ini kami tanggung jawab. Harapan kami, niat baik kami ini dapat diterima oleh keluarga dan ke depan kami harap dapat menjadi keluarga besar selamanya, tidak putus sampai di sini saja,” harapnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban melalui perwakilannya, Fauzi mengatakan, tidak ada yang mau mendapat musibah seperti ini, yang sudah meninggal tidak bisa dihidupkan kembali.

“Kami minta pihak PT bisa dan memang bertanggung jawab, mengenai motor kami minta diganti lah. Kalau motor itu masih ada sama kami, kami terus terkenang,” imbuhnya.

Prosesi pelepasan jenazah almarhumah Mardiah sendiri dilakukan di kediaman suaminya di RT 08 Kelurahan Kutaraya begitu juga pemakamannnya dilakukan sebelum Zuhur yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah duka yang dihadiri oleh P3N Kelurahan Kutaraya, Lurah Kelurahan Kutaraya, para guru/tenaga pendidik dari SDN 19 Kayuagung dan rekan kerja suami dari SMAN 3 Unggulan Kayuagung, keluarga dan kerabat dekat korban, perwakilan PT Rambang Agro Jaya dan PT Mahesa.(dian/devin)