angkot OI
OI, HS- Pelaksanaan simulasi rute baru khusus bagi angkutan kota (angkot) masuk ke area Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Pemkab OI gagal. Ratusan sopir angkot menolak keras kebijakan peralihan rute baru tersebut karena dinilai rute baru sepi penumpang.

Perwakilan sopir angkot, Daman Huri mengaku penolakan rute baru ditandai dengan aksi mogok yang dilakukan semua sopir angkot di Ogan Ilir dengan titik konsentrasi didepan pintu gerbang KPT Pemkab OI . Aksi mogok merupakan bentuk penolakan sopir angkot terhadap rute baru.

“Kalau jalur kami dipindahkan, dari mana kami dapat penumpang lagi. Ujung-ujungnya bensin kami pun bertambah karena harus masuk ke area perkantoran. Otomatis kami sendiri dirugikan,” kata Daman Huri, Selasa (6/9).

Menurutnya, perubahan jalur atau rute itu dinilai sangat memberatkan. Apalagi di area perkantoran sangat sepi penumpang.

Sebelumnya jalur angkot dimulai dari terminal Tanjung Raja melintasi Pasar Inderalaya dan berakhir diterminal Timbangan 32.

“Ya, pemerintah berkeinginan agar seluruh angkot harus melintas di perkantoran Pemda terpadu Tanjung Senai lalu keluarnya di samping kantor koramil. Hal itulah yang membuat kami merasa keberatan karena di sana masih sepi,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah tidak gegabah dengan mengeluarkan kebijakan yang tidak berpihak kepada angkot.

Sementara itu, Ketua Organda, Sofyan M Ali menegaskan bahwa pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan pemerintah terkait adanya penolakan sopir angkot atas rute baru itu.

“Kami akan koordinasikan lagi dengan pemerintah. Bukan berarti kami menolak apa yang direncanakan pemerintah, tapi juga harus memperhatikan nasib sopir angkot,” tuturnya.

Kabid LLAJ Dishub OI, Afrizal menambahkan, pihaknya masih akan membahasnya kembali dengan sopir angkot.

“Pastinya keinginan pemerintah agar semua angkot harus masuk ke perkantoran. Tinggal disesuaikan lagi jam masuk ke perkantoran,” jelasnya. (EL)