PALEMBANG, HS – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Palembng melalui Dinas Perhubungan Kota Palembang untuk menerapkan Parkir berbasis e-mobile online mulai memasuki tahap sosialisasi.

Pemberlakukan sistem parkir berbasis e-mobile online, tidak lain untuk menata dan memaksimalkan pendapatan asli daerah dari retribusi pakir.

Demikian disampaikan Asisten I Walikota Palembang Dharma Budhhy, Selasa (09/05) di ruang rapat III Setda Kota Palembang. Bersama Polantas serta Mitra Kerja Parkir Online PT Tekno Optima Perkasa.

“Hari ini kita menentukan titik projek Parkir Online akan menjadi percontohan dahulu. Disepakati kawasan Jalan Kol Atmo,” terang Dharma Budy.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Kurniawan melalui Kepala bidang Pengawasan, Pengendalian lalu lintas Martha Edison, mengatakan, Palembang kota pertama menerapkan sistem parkir mobile online.

“Dishub sudah melakukan study banding untuk menerapkan parkir online ini, dimana kita sudah menggandeng PT Tecno sebagai mitra dalam penerapan di lapangan,” terang Martha.

Untuk mengimplementadikan e-mobile online parkir, dishub bersama PT Tecno terlebih dahulu akan memberikan pelatihan bagi juru parkir yang bertugas Jalan kolonel Atmo sampai Gaya baru.

“Juru parkir sudah setuju, tinggal bagaimana nanti mereka belajar mengoperasikan sistem parkir e-mobile Online memakai HP dan print,” katanya.

Ia menyebutkan, ada 34 titik ruas jalan yang akan menggunakan sistem parkir mobile elektronik. Diantaranya Jalan Atmo, Jalan Letkol Iskandar, Jalan Beringin Janggut, Jalan Rustam Efendi dan seterusnya.

“Kawasan tersebut termasuk potensial dalam PAD parkir, adanya parkir online ini akan menekan kebocoran,”katanya

Retribusi parkir masih mengacu Perwali dimana 1000 untuk roda dua dan 2 sampai 5 ribu roda 4.

“Itu pun akan diterapkan sistem progresif, yang tidak memeratkan karena sebatas 5 ribu roda 4,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Tekno. Utama Perkasa, Ardiansyah, menjelaskan, sistem kerja parkir online lebih mudah. Dimana ketika pemilik kendaraan meletakan kendaraan akan didata dan mendapatkan kartu

“Data pengendara dimasukan ke HP sebagai bank data lalu diberi kartu, ketika pulang kartu yang sudah dimasukan data tinggal tempelkan ke HP Android yang sudah memiliki aplikasi, langsung mengetahui berapa cost yang harus dibayar si pengendara,” singkatnya. (ATM)