PALEMBANG,HS – Meski bermain 10 pemain, Sriwijaya FC berhasil meraih kemenangan telak 6-2 atas Keluarga USU Medan pada babak 32 besar Piala Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang, Rabu (30/1) pukul 15.30 WIB.

Jalannya pertandingan di babak pertama, Sriwijaya FC langsung mengambil inisiatif pertandingan dengan langsung menyerang. Slamet Budiono hampir mencetak gol cepat di detik 14 tetapi sundulannya hanya melebar tipis di samping gawang. Setelah itu, mantan pemain PSS Sleman ini langsung mencetak Dua gol di menit ke 7 dan 25.

Keluarga USU Medan sendiri bukan tampak peluang, setelah gol kedua mereka langsung tersentak dengan membalas oleh tendangan Riki Ari Putra menit 28 setelah menerima umpan dari sayap kanan setelah Bobby Satria gagal memotong umpan.

Menit 40 Sriwijaya FC harus kehilangan 10 pemain setelah Slamet Budiono harus dikartu merah setelah melakukan tekel keras. Skor 2-1 pun bertahan hingga babak pertama usai.

Babak Kedua, Meski bermain 10 pemain Sriwijaya FC langsung mengambil alih pertandingan. Tendangan Rizsky Dwi Ramadhana berhasil memanfaatkan kemelut setelah Corner Kick menit 48.

Yogi pun berhasil menambah keunggulan menjadi 4-1 di menit 59 setelah tendangan kaki kiri menjebol gawang Ernesto. Striket gaet TA Musafri tak mau ketinggalan dengan menciptakan Blace di menit 72 dan 75.

Di menit ke 88 pemain Keluarga USU Medan Riki kembali mencetak gol keduanya. Skor akhir 6-2 ini pun bertahan hingga peluit akhir.

Pelatih Yuda hendrawan mengatakan timnya memetik pelajaran melawan Sriwijaya FC apapun ceritanya dari hasil sore ini walaupun belum bisa dapat poin.

“Kami dapat pelajaran berharga karena rata-rata pemain berusia 18-19 tahun. Ini bisa menjadi pelajaran bagi kami kedepannya,” kata Yuda.

Meski unggul jumlah pemain, Yuga mengaku anak asuhnya kurang berpengalaman dan faktor fisik yang menjadi kendala sehingga timnya tidak dapat memaksimalkan unggul jumlah pemain.

“Faktor kurang pengalaman dan faktor kekalahan sehingga anak-anak belum bisa mengembangkan situasi permainan sore ini jadi,” ungkapnya.

Sementara itu, pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan tidak menyangka anak asuhnya bisa bermain baik dengan mempraktekan strategi saat latihan.

“Kuta kebobolan 2 gol karena kita sudah menekan ke atas mengejar gol jadi pemain belakang kita kekurangan pemain,” katanya.