Pelatih SFC, Widodo C Putro.

Pelatih SFC, Widodo C Putro.

PALEMBANG, HS – Sriwijaya FC harus menelan kekalahan perdana di laga kandang saat menjamu Bhayangkara FC dalam lanjutan kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (2/10).

Pertandingan yang berkesudahan 4-0 tanpa balas membuat pelatih kepala Sriwijaya FC Widodo C Putro angkat bicara.

Pelatih yang pernah menangani tim nasional Indonesia ini mengaku jika gol pertama yang tercipta salah satu faktor penyebab kekalahan timnya. Pasalnya usai kebobolan, Supardi Cs tormotivasi untuk menyamakan kedudukan, hasilnya malah Bhayangkara mampu mencuri kesempatan dan menciptakan gol.

“Harus diakui, gol pertama membuat goyah para pemain sehingga lawan mampu memanfaatkan peluang,” ujar Widodo, usai pertandingan.

Selain itu, menurut Widodo keluarnya Ichsan Kurniawan membuat lini tengah SFC kewalahan, apalagi pada laga tersebut tidak diperkuat pemain asing asal Korea Selatan, Yu Hyun Koo serta Firman Utina yang biasa menjadi tumpuan kekuatan SFC.

“Keluarnya Ichsan sedikit mempengaruhi performa tim, ditambah para pemain Bhayangkara tampil tenang sehingga mampu menciptakan peluang,” terangnya.

Meski anak asuhnya mengalami kekalahan, namun Widodo enggan menyalahkan para pemainnya. Dirinya berharap agar kedepannya akan tampil lebih baik.

“Dalam sepakbola semua bisa terjadi, dan kekalahan ini menjadi tanggung jawab saya, kedepan kami akan membenahi kesalahan kami dari semua lini,” ungkapnya.

Sementara itu, Manajer Tim SFC, Nasrun Umar mengungkapkan warna jersey yang digunakan Bhayangkara FC pada babak pertama sangat menggangu para pemain, dimana warna yang digunakan adalah warna hijau sehingga hampir sama dengan warna yang digunakan SFC.

“Warna hijau dan kuning itu hampir sama, sangat menganggu pergerakan pemain kita,” ungkap Nasrun.

Dirinya menyesalkan pengelola ISC yaitu GTS yang membiarkan Bhayangkara mengganti warna baju menjelang laga dan tidak diberitahukan kepada pihak SFC.

“Sangat disayangkan pihak GTS meloloskan hal ini tanpa pemberitahuan,” jelasnya. (AND)