Menurut Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Sumatra Selatan, Akhmad Najib

Menurut Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Sumatra Selatan, Akhmad Najib

PALEMBANG,HS – Terjadinya Bom Molotov di kota Samarinda Menjadi Pelajaran Khusus bagi Pemprov sumsel untuk Menjaga Daerahnya dari pihak – pihak Yang mau menteror sumsel saat ini

Menurut Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Sumatra Selatan, Akhmad Najib mengatakan, sampai saat ini kondisi di daerahnya masih terjaga dan kondusif dari permasalahan ketidakrukunan umat beragama.

Bahkan kerukunan umat beragama sudah ditetapkan adalah hal prioritas yang harus dijaga ketat.

“Bapak Gubernur Sumsel sudah menyatakan bahwa hubungan kita antarumat beragama menjadi prioritas yang selalu kita jaga. Artinya agar hal seperti di Samarinda tidak terjadi di Sumsel,” ujarnya

Karena itu, Pemprov Sumsel sudah mengajak semua lapisan masyarakat, tokoh agama di setiap daerah serta semua pihak terkait dapat menjaga hal itu. Dengan melakukan hal-hal yang baik, menjaga suasana hubungan antarumat beragama dengan saling menghargai dan menghormati.

“Jika hubungan antarumat beragama dapat dijaga, Sumsel akan bisa menjadi daerah yang aman sehingga mampu bisa melaksanakan Asian Games dan Moto GP. Kerukunan antarumat beragama ini menjadi modal agar kita dapat diberi kepercayaan oleh pihak luar, baik di Indonesia maupun luar negeri,” ungkapnya

Najib juga menjelaskan, meski belum ada masalah yang timbul, namun ia mengakui jika potensi tetap ada. Karena itu, peran serta masyarakat untuk bertoleransi dengan masyarakat lain yang berbeda agama sangat dibutuhkan.

“Jangan menyingung dan mendengar isu-isu yang membuat terjadinya isu sara. Pemprov Sumsel sudah melakukan langkah-langkah pendekatan kepada semua pihak. Harapannya agar potensi yang ada bisa diredam,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Sumsel, Tohlon Abdul Rauf mengatakan, sejauh ini memang Sumsel sangat terbebas dari adanya konflik sara. Ia mengakui, masyarakat Sumsel sangat menjaga hubungan baik antar umat beragama di daerahnya.

“Sumsel itu sangat majemuk. Ada beragam masyarakat dari berbagai agama. Namun kita bersyukur di Sumsel sangat kondusif. Belum pernah terjadinya adanya konflik terkait ini,” ucapnya.

Adanya upaya dari masyarakat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan tinggal di daerahnya yang membuat masyarakat sangat menjaga hubungan baik itu.

“Masyarakat Sumsel meilai perbedaan itu ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Itu yang membuat sejauh ini Sumsel aman. Kami juga selalu melakukan konsolidasi antar tokoh-tokoh agama agar setiap daerah dapat menerapkan hidup bersama tanpa konflik,” tegasnya.(MDN)