PALEMBANG,HS – Provinsi Sumatera Selatan  berhasil pecahkan rekor yang dicatat oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) setelah berhasil  melibatkan peserta apel siaga Pengawas Pemilu 2019 dengan jumlah peserta 4.550 orang atau terbanyak se Indonesia. Penghargaan rekor MURI tersebut langsung diserahkan  Senior Manajer Museum Rekor Indonesia (MURI) Awan Rahargo, pada saat kegiatan Apel Siaga Pengawas Pemilu (Panwaslu) 2019 bertempat di Wisma Atelit Jakabaring Sport City, Senin (21/1).

Dalam apel siaga  yang digagas Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Provinsi Sumsel tersebutdihadiri langsung oleh Menteri  Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) RI, Jenderal TNI (purn) Wiranto serta dihadiri juga oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru SH MM.

Menteri Polhukam RI Wiranto dalam pidatonya mengaku bangga pada Provinsi Sumsel yang sudah melaksanakan apel siaga Pengawas Pemilu 2019 yang melibatkan  ribuan peserta dari kalangan panitia pengawas pemilu. Ini membuktikan Provinsi Sumsel telah siap untuk menyukseskan jalannya  Pileg dan Pilpres 2019 dengan aman dan damai  dalam mencari pemimpin yang berkualitas.

“Saya berikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang dapat menyelenggarakan apel pemilu ini dengan menghadirkan ribuan anggota pengawas pemilu. Saya mendapat laporan bahwa ini mendapatkan rekor Muri. Terlebih sebelumnya belum ada satupun daerah yang berinisiatif untuk melakukan apel siaga pengawas pemilu seperti ini, semoga gelar apel seperti ini dapat menular Provinsi lain,” tegas Wiranto.

Lebih lanjut Wiranto menambahkan  pemilu merupakan sarana demokrasi dalam  memilih pemimpin yang berkualitas dan memiliki kompetensi. Karena pemimpin adalah mewakili hak-hak politik rakyat, serta sang pemimpin bekerja untuk rakyat dan bertanggung jawab pada rakyat. 

“Dalam  memilih pemimpin dibutuhkan pengawasan agar pemilu itu dapat berjalan sukses, bermartabat dan berkualitas,” imbuhnya.

Dia menilai, para anggota pengawas pemilu secara tidak langsung telah menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu jalannya pemilu harus terlaksana dengan baik , aman, sukses, berkualitas, bermartabat, jujur, dan adil.

“Kita jaga betul agar pemilu menjadi pesta demokrasi bukan konflik demokrasi. Karena itu tugas saudara dalam mengawasi jalannya pemilu sangat dibutuhkan,” tandasnya.