PALEMBANG,HS – Dipergantian musim hujan dan panas saat ini banyak terjadinya angin, bahkan dapat menimbulkan angin puting beliung mengingat kondisi Sumsel yang masih banyak lahan kosong.

Pelaksana tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah mengatakan pemicu angin puting beliung ini lahan yang luas sehingga angin pun terbentuk kemudian diperparah dengan kondisi rumah yang terbuat dari kayu sehingga angin itu pun dapat menghancurkan rumah tersebut

“Seperti di OKI, akibat puting beliung ini sebanyak 33 rumah yang terbuat dari kayu pun hancur diterjangnya,” kata Iriansyah selasa (9/5),

Ia mengaku selalu menghimbau warga untuk berhati-hati jika ada angin yang kencang. Namun, memang kondisinya tempat mereka tinggal berpotensi untuk terjadinya puting beliung.

“Karena itu, kami pun kadang kesulitan untuk mengantisipasi terjadinya bencana ini,” ujarnya.

Meskipun begitu, pihaknya telah berkoordonasi dengan BPBD kabupaten/kota agar selalu waspada dan bertindak cepat agar tidak ada korban jiwa. Serta membantu setiap korban bencana angin puting beliung ini.

“Saya tidak ingat daerah mana saja itu yang paling sering terjadi. Tapi, biasanya puting beliung ini selalu terjadi di daratan yang luas, OKI, Banyuasin, Musi Banyuasin dan beberapa daerah lainnya,” pungkasnya. (MDN)