PALEMBANG,HS – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan Edward Chadra memastikan pemerintah sumsel tetap akan komitmen untuk meningkatkan kontribusinya dalam pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% sampai dengan tahun 2020 nanti,

“Ya, komitmen ini langkah nyata yang dilakukan dengan melakukan kaji ulang dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD) dan Pemantauan Evaluasi Pelaporan (PEP) Upaya Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dengan melibatkan pihak terkait,” ujarnya rabu (22/3),

Dia juga menyampaikan, kaji ulang dan evaluasi RAD perlu dilakukan untuk menyesuaikan target pengurangan emisi dengan perkembangan signifikan disektor kehutanan, pertanian, transportasi, lahan gambut, industri dan pengeloaan limbah.

“Ya, Perkembangan disektor tersebut cukup signifikan, artinya ini peluang untuk meningkatkan kontribusi penurunan emisi GRK. RAD ini sebagai awal, serta kita akan susun tim yang melibatkan seluruh stakeholder seperti Bappenas dan World Agroforestry Center (ICRAF) dengan program Locally Mitigation Actions Program in Indonesia (LAMA-I),” jelasnya

Ia juga menambahkan, target riil pengurangan emisi Sumatera Selatan baru dapat ditentukan setelah hasil kaji ulang RAD. Namun, berkaca dari keberhasilan dalam penanggulangan masalah kebakaran hutan dan perkembangan transportasi, dirinya memastikan target kontribusi pengurangan emisi GRK Sumsel akan naik secara signifikan.

“Ya, target ril pengurangan emisi Gas disumsel baru dapat ditentukan setelah hasil kajian ulang RAD,” tegasnya (MDN)