plt-sekda-provinsi-sumsel-mukti-sulaiman-sh

PALEMBANG, HALUAN SUMATERA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam waktu sebulan ini akan menargetkan Inflasi di Sumsel turun hingga 1,9 persen dari 2,39 persen, hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Sumsel, Mukti Sulaiman di Palembang, Rabu (3/8).

Mukti menjelaskan, bahan pokok penyumbang inflasi di Sumsel yakni berasal dari ayam ras, bawang dan cabe, inflasi terjadi ini dikarenakan tingginya permintaan sehingga stok di pasar pun berkurang, mengingat pasca lebaran para petani dan peternak belum kembali bekerja.

“kami  akan mencoba koordinasikan kepada seluruh TPID Sumsel apa saja yang menjadi penyebabnya,” ujarnya.

Lanjut Mukti, jika memang nantinya kekurangan, pihaknya akan melakukan beberapa upaya untuk menangani hal tersebut seperti mendatangkan bawang dari Brebes, Cabe dari Curup dan Ayam Ras dari Lampung, sehingga pasokan tetap ada sehingga harga pasar dapat dikendalikan.

“Dengan begitu kami berharap dalam waktu sebulan inflasi dapat turun,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Sumsel, Permana, sempat mengakui pasca lebaran kebanyakan distributor ikut libur lebaran, sehingga suplai pun sedikit tersendat. Namun, setelah kembali bekerja semua bahan pokok mulai berangsur turun. Tapi, dirinya mengkhawatirkan soal pangan, mengingat saat ini memasuki musim panas.

“Musim panas ini tentunya berpengaruh kepada tanaman pangan seperti, tomat, cabe, sayuran dan lain sebagainya,” terang Purnama.

Selain itu, Kepala Dinas Pertanian, Holtikultura dan Tanaman Pangan Sumsel, Erwin Noor Wibowo menjelaskan,  bahwa musim panas yang melanda Sumsel saat ini tidak akan berpengaruh terhadap tanaman pangan. Bahkan, pihaknya tetap melaksanakan penanaman untuk tanaman pangan seperti cabe, dan lain sebagainya. Disamping itu, pihaknya juga akan memberikan bantuan pompa yang dialokasikan untuk kabupaten/kota di Sumsel, serta nantinya akan ada bantuan dari pemerintah pusat.

“Dalam waktu dekat ini nantinya tanaman jagung akan mulai dipanen”tegasnya. (Andi Haryadi)