PALEMBANG,HS – Berdasarkan Hasil Survei yang dilakukan oleh internasional Association for the evaluation of educational acheivement (IEA) bahwa kebiasaan membaca masyarakat indonesia masih rendah, di Asia Timur,

Survei Tersebut mennyebut bahwa Indonesia menduduki peringkat terendah dalam membaca. Data ini bersumber dari Buku Grand Design Pembudayaan Kegemaran Membaca 2015 – 2016, yang diterbitkan perpustakaan nasional RI.

Apabila, kebiasaan membaca masyarakat Indonesia, masih jauh tertinggal dari negara-negara Asia. Bahkan masih berada di bawah negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Padahal, buku mempunyai peranan yang sangat besar dalam menunjang pendidikan. Keberadaannya berdampingan erat dengan proses belajar mengajar, belajar tanpa buku dapat di ibaratkan berlayar tanpa pedoman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Nasrun Umar mengatakan, buku juga dikatakan sebagai jendela dunia, orang yang banyak membaca buku akan menguasai pengetahuan dan informasi. Apabila dapat menguasai pengetahuan dan informasi tentu saja dapat menguasai dunia.

Menurutnya, Pemprov Sumsel mempunyai perhatian  besar terhadap pengembangan perpustakaan dan peningkatan kegemaran membaca. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah dengan membentuk  Pengurus Daerah Pembudayaan Kegemaran Membaca Tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Penambahan koleksi berupa buku yang berkualitas dan tejangkau sesuai dengan kebutuhan pemustaka, melakukan otomasi pelayanan perpustakaan sesuai dengan era teknologi informasi saat ini, serta meningkatkan diversifikasi jenis pelayanan.

“Semua fasilitas yang tersedia itu diperuntukkan bagi semua warga masyarakat dalam upaya meningkatkan budaya kegemaran membaca dengan memanfaatkan perpustakaan,” ungkapnya saat membuka Safari Gerakan Membaca Nasional di Gedung Serba Guna Dinas Perpustakaan Prov Sumsel, Senin (14/8).

Melalui kegiatan Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca ini. Sekda mengharapkan, semua lapisan masyarakat turut serta mengkampanyekan kebiasaan membaca. Mulai dari diri sendiri, anak didik dan keluarga. Sehingga nantinya akan terbentuk budaya masyarakat yang gemar membaca. Sehingga masyarakat cerdas yang dicita-citakan akan tercapai.

“Semoga kiranya budaya gemar membaca dapat tumbuh, berkembang, dan membaca menjadi suatu kebutuhan di semua lapisan masyarakat Sumatera Selatan,” pintanya.(MDN)