Muara Enim,HS-Warga desa Cinta Kasih Kecamatan Belimbing Kabupatan Muara Enim yang sehari hari menggunakan air untuk keperluan kebutuhan sehari hari tercemar berbau minyak mereka menduga pencemaran tersebut berasal dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada diwilayah tersebut.

Ketua Ormas Cabang Kesatuan Pemuda Pelopor Pembangunan Muara Enim (KP3ME) Kecamatan Belimbing Heri Irawan mengatakan masyarakat sudah lama mengeluhkan sumur mereka tercemar limbah yang diduga berasal dari SPBU yang ada disekitar lokasi pemukiman warga.

Sekitar bulan Juli 2017 lalu, terang Heri, antara warga dan managemen SPBU bertempat di Kantor Kepada Desa Cinta Kasih telah membuat perjanjiaan dan pihak SPBU sudah mengakui bahwa pencemaran tersebut berasal dari SPBU.

“Dari perjanjian tersebut pihak SPBU bersedia akan memasang jaringan PDAM dan bagi yang sudah memasang akan di berikan pompa penyedot air,” tutur Heri Irawan Kepada awak media,

Di katakan Heri, berdasarkan pendataan warga sumber mata air saat ini yang sudah terkena pencemaran tersebut sudah sebanyak tujuh sumur.

“Kemudian berdasarkan investigasi dilapangan sumur warga tersebut berjarak kurang lebih 50 meter dari SPBU Cinta Kasih yang mana sumur mereka dengan kedalaman lima meter. Sedangkan tank SPBU tersebut kurang lebih dua meter dan juga sumur warga tersebut posisinya lebih rendah dari lokasi SPBU tersebut,” Jelas Heri.

Sementara itu, Supardiman (42), warga Desa Cinta Kasih ketika disambangi awak media bersama Ormas Kesatuaan Pemuda Pelopor Pembangunan Muara Enim (KP3ME) Belimbing mengatakan bahwa sumur mereka sudah selama kurang lebih 4-5 bulan berbau minyak solar sehingga mereka tidak bisa mengkonsumsi air tersebut. Bahkan ketika mereka coba masukan ikan kedalam bak penampungan air ikanpun mati sehingga air tersebut tidak bisa kami konsumsi lagi.

“Kami kecewa pada pihak SPBU karena mereka masih belum melaksanakan isi perjanjiaan tersebut dan bahkan ketika ditemui warga malah berdalih bahwa limbah tersebut bukan bersumber dari SPBU mereka dan berdalih berasal dari pipa pemantau Pertamina,” ucapnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, Kepala Desa Cinta Kasih Samson melalui Kadus 2 Desa Cinta Kasih Erham membenarkan sumur warga sekitar diduga tercemar oleh SPBU tersebut.

“Persoalan ini telah dilakukan pertemuan dengan berakhir pada kesepakatan dengan membuat perjanjian diatas materai 6000 bahwa pihak mereka siap mengganti rugi,” tegas Erham. (Edward)