PALEMBANG,HS – Pemerintah Provinsi Sumsel menyoroti dua badan usaha milik daerah (BUMD) Sumsel, terkait Pendapatan yang diraih oleh dua BUMD Swana Dwipa dan Prodexim.

Menurut Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumsel Aprian Jhoni mengatakan, BUMD di Sumsel dapat dikatakan sehat ketika mampu memenuhi tiga variabel seperti keuntungan dan lain sebagainya. Jika tidak, maka BMUD harus ‘diamputasi’.

Sejauh ini, hampir seluruh BUMD Sumsel dapat dikatakan sehat. Namun ada beberapa yang belum optimal. “Ada dua yang masih belum optimal. Yakni, Prodexim dan Swarna Dwipa,” kata Aprian Jhoni saat ditemui, Pemprov Sumsel (15/10/2018).

Ia juga mengatakan, Prodexim belum optimal karena terus mengalami permasalahan dari tahun ke tahun terus mengalami permasalahan. Sehingga Prodexim sulit untuk diperbaiki. Sedangkan untuk Swarna Dwipa, kian terpuruk karena banyaknya hotel dengan fasilitas mumpuni.

Lanjutnya, Meskipun begitu, Swarna Dwipa masih banyak memiliki potensi yang dapat dimaksimalkan kembali. Namun memang perlu pembenahan seperti di manajemen Swarna Dwipa.

“Untuk keputusan kedua BUMD ini menunggu dari Gubernur Sumsel. Karena saat ini masih tahap awal evaluasi,” tutupnya