PALEMBANG,HS – Azizul Hakim,14, dan M Rizki Pratama,14, dua bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) nyaris saja tak sadarkan diri setelah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan MO,17.

Informasi yang dihimpun, kejadian yang dialami korban berlangsung tak jauh dari kedimannnya di Jalan KH Balqi Lorong Lematang, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang.

Dimana kejadian itu bermula, saat kedua korban hendak pulang usai kelompok dirumah temannya tak jauh dari lokasi kejadian.

Namun ketika melintas di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikendarai kedua korban tiba-tiba ditabrak terlapor dari arah belakang, hingga akhirnya kedua korban terjatuh.

Bukannya menolong, namun terlapor justru langsung memukuli kedua korban secara brutal.

“Kejadiannya Sabtu (18/2). Dia (terlapor) mau jalan lurus, kebetulan kami mau belok dan di depan itu ada mobil. Motor kami ditabraknya dari belakang dan dia langsung marah dan memukuli kami,” kata korban Azizul, saat melapor di Polresta Palembang, Senin (20/2).

Usai menjadi korban penganiayaan itu, kedua korban langsung pulang ke kediamannya. Rupanya, korban Azizul yang mengenal pelaku akhirnya mengadu ke A Rivai,59, yang tak lain orang tuanya.

Mendengar pengaduan anaknya itu, Rivai mencoba menyambangi kediaman terlapor yang kebetulan juga tak jauh dari lokasi kejadian.

“Saya coba bicara kepada keluarganya untuk meminta pertanggung jawaban. Namun ternyata dari keluarga MO tak ada itikad baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Jadi terpaksa saya laporkan. Keluarganya juga menantang dan bilang silahkan laporkan. Padahal anak saya mual dan muntah-muntah bahkan nyaris pingsan akibat Dipukuli MO itu,” ujar Rivai menambahkan.

Menurut Rivai, terlapor MO merupakan warga baru yang tinggal dikawasan tersebut.

Keluarga terlapor juga dikenal sebagai orang yang tertutup dan jarang bersosialisasi kepada warga sekitar.

“Kejadian itu terekam CCTV yang ada dirumah warga, terlihat disana anak saya Dipukuli secara berutal. Orang tua mana yang tidak marah, jadi saya mau proses hukum saja” kata Arfa’i.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede membenarkan laporan tersebut yang tertera dengan tanda bukti lapor LP-B/452/II/2017/SPKT.

“Bukti visum sudah diterima, sekarang korban masih kita mintai keterangan,” singkat Kasat.(Rey)